Keluarga Tersangka Korupsi PBUP Nyaris Jadi Korban Penipuan Catut Nama Jaksa

Redaksi author photo

Ilustrasi.

HALTIM, BRN
- Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat di wilayah Kabupaten Halmahera Timur kembali terulang. Beruntung, aksi menipu ini belum memakan korban.

Ini terjadi setelah Kejaksaan Negeri Halmahera Timur menetapkan MM sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembayaran iuran peserta pekerja bukan penerima upah (PBUP) pada 5 Desember kemarin. 

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Halmahera Timur, Farid Ahmad menerangkan, aksi penipuan orang tak dikenal terjadi pada Rabu pagi 7 Desember. Terduga pelaku menghubungi pihak keluarga MM melalui telepon seluler dan meminta sejumlah uang.

“Yang bersangkutan membawa-bawa nama pejabat di Kejaksaan Negeri Halmahera Timur,” kata Farid, begitu dikonfirmasi, Rabu, 7 Desember.

Akhir-akhir ini, sambung Farid, marak terjadi penipuan pencatutan nama. Bahkan, orang tidak kenal tersebut mengaku sebagai pejabat utama di Kejaksaan Negeri Halmahera Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri Halmahera Timur, I Ketut Tarima Darsana, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus dan Kepala Seksi Intelijen sering namanya dicatut. Dalam melancar aksinya, para penipu mengiming-iming korban sesuatu yang berkaitan dengan perkara yang ditangni pihak kejaksaan.

“Pasca menerima telepon, pihak keluarga MM datang ke kantor dan menanyakan perihal pencatutan nama ke security yang berjaga di pos jaga. Dari sini, saya diberi tahu kalau ada yang minta uang dan mengatasnamakan pihak Kejari Halmahera Timur. Kami tegaskan bahwa yang minta uang itu bukan dari pihak Kejaksaan Negeri Halmahera Timur, tetapi penipuan yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab,” kata Farid, Rabu 7 Desember.

Farid meminta kepada keluarga MM agar tidak merespon dan melayani permintaan apapun dari oknum penipu. Masyarakat diharapkan tidak muda percaya apabila mendapat telepon atau pesan WhastApp yang mengatasnamakan pejabat Kejaksaan Negeri Halmahera Timur.

“Semua pihak agar bisa berhati-hati dan waspada dengan aksi penipuan. Kami ingatkan kepada seluruh pihak terkait baik jajaran pemerintah daerah, insan media maupun masyarakat agar berhati-hati. Apabila mengalami hal serupa segera melapor ke kami untuk dilakukan langkah-langkah yang tepat dan terukur agar hal tersebut tidak lagi terulang,” tegasnya. (mal/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini