Bersikap Apatis, Kartini: Ada Sanksi Berat Menanti, Bisa di PAW

Redaksi author photo

Kartini Abdullah, Devisi Hukum, Pencegahan, Partisipatif Masyarakat dan Humas Bawaslu Kabupaten Halmahera Timur.

HALTIM, BRN
- Bawaslu Kabupaten HalmaheraTimur menegur 30 komisioner panita pengawas pemilu gegara bersikap tidak tahu menahu. Teguran bersifat Peringatan ini karena sikap apatis yang dipertontonkan saat menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilu.

Mereka diberi warning lantaran dinilai tak disiplin. Peringatan awal ini sebagai tanda lampu kuning dari Kartini Abdullah, Devisi Hukum, Pencegahan, Partisipatif Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Halmahera Timur, bisa berakibat fatal kalau puluhan pengawas pemilu masih terus-terusan “cuek” dan kurang melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan Bawaslu Halmahera Timur.

Menurut Kartini, lampu kuning tanda hati-hati itu peringatan agar tidak mengulangi perbuatan.

“Saya sudah berikan teguran sebagai peringatan kepada semua komisioner Panwaslu. Kegiatan konsolidasi pengawasan Pemilu 2024 bagi Panwaslu Kecamatan ini sangat penting diikuti semua anggota komisioner. Jadi jangan pernah main-main, karena ini agenda nasional,” kata Kartini, begitu disembangi brindonews di lokasi Konsolidasi Pengawasan Pemilu 2024 di Caffe Pojok, Jalan 40, Kota Maba, Minggu sore, 25 Desember 2022.

Kartini mengatakan, pengawasan penyelengaraan pemilu 2024 cukup berat. Karena itu, komisioner Panwaslu ditegaskan supaya bekerja disiplin, terutama diwajibkan ikut terlibat dalam setiap kegiatan bawaslu.

“Peringatan supaya ke depan mereka lebih pro aktif terlibat dalam kegiatan. Apalagi kegiatan dibicarakan menyangkut hal-hal teknis penyelenagaan dan penanganan temuan perkara pemilu dan pemilihan. Kami berikan teguran ini agar mereka lebih disiplin supaya dalam proses pengawasan mereka bisa bekerja dengan baik,” tegasnya.

Ia menegaskan, ultimatum ini sebagai peringatan pertama. Surat peringatan secara tertulis bisa dilayangkan dikemudian hari apabila ditemukan anggota komisioner panwaslu menyalahgunakan dan absen menjalankan tugas.

“Jadi harus disiplin dan tertib semua komisioner. Karena kedisiplinan kinerja kita akan berkualitas dan terukur. Kedisiplinan ini juga bagian dari iktiar kami selaku pimpinan agar mereka benar-benar memaksimalkan tugas dan tanggungjawab sebagai Panwascam. Karena menghadapi pemilu serentak yang cukup berat. Kalau berikut kami temukan tidak disiplin dalam bertigas maka kami tidak segan-segan memberikan surat teguran pertama secara tertulis dan melakukan pembinaan. Kalau sampai setingkat PAW terkecuali komisioner Panwaslu sudah melakukan hal-hal di luar tugas dan wewenang mereka. Misalnya berkaitan dengan kesalahan etik berat dan lainya,” ucapnya. (mal/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini