Tanggapan Wali Kota Ternate Terkait Keberangkatan Lurah ke Bali

Redaksi author photo
M. Tauhid Soleman, Wali Kota Ternate 

TERNATE, BRN - Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman mengatakan, rencana para lurah di Kota Ternate ke Bali untuk mengikuti bimbingan teknis pengelolaan sampah, sudah dianggarkan.

Jika ada lurah yang tidak berangkat, menurutnya tidak jadi masalah. "Tidak berangkat tidak apa-apa. Kan tidak ada yang memaksakan,"ujarnya, Senin (7/11/22).

Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Ternate, Wanty Juliawanty mengatakan, keberangkatan para lurah ke Bali merupakan salah satu upaya Pemerintah Kota untuk meningkatkan kapasitas.

"Peningkatan kapasitas ini dilakukan setiap tahun. Karena itu mau atau tidak harus dilakukan sebab kita tau latar belakang pendidikan lurah," kata Wanti, Senin (7/11).

"Karena itu, bimbingan teknis tersebut menurutnya, bukan sengaja dilakukan untuk mencari keuntungan. Tapi meningkatkan publik speaking para luarah sekaligus studi banding di Desa Penglipuran Kabupaten Bangli. "Kenapa itu dipilih sebagai salah satu tempat studi banding? Karena Desa Penglipuran terbersih. Studi banding ini juga agar para lurah belajar kebersiham dan penanganan sampah sehingga mereka bisa terapkan di Kota Ternate,"tuturnya.

Keberangkatan para lurah, lanjutnya, masih menunggu anggaran kelurahan, karena untuk ke Bali ada pemotongan sekitar Rp 11 juta. 

"Jadi anggaran 11 juta itu sudah termasuk hotel, akomodasi, urusan makan minum. Sisanya 6 juta untuk tiket,"jelasnya.

Ia mengaku kegiatan tersebut difasilitasi pihak ketiga. "Untuk pihak ketiga saya belum bisa sampaikan. Jadi ada lembaga tertentu yang mengelola kegiatan tersebut,"pungkasnya (ham/red).

Share:
Komentar

Berita Terkini