Ayah Tiri hingga Oknum Mantri Jadi Pelaku Kekerasan Perempuan di Bawah Umur

Redaksi author photo

Ilustrasi kekerasan perempuan.

HALTIM, BRN
- Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak di bawah umur di Halmahera Timur kian hari marak terjadi.

KBP3A Halmahera Timur mencatat ada 14 laporan kasus kekerasan berbasis gender yang terverifikasi sepanjang 6 Januari sampai 13 Oktober 2022.

Kepala Bidang PPA KBP3A Halmahera Timur, Anis Satulwahida mengatakan, update data periode Januari-Oktober tersebut meningkat dari laporan tahun 2021. Jenis kasus yang dilaporkan yaitu kekersan fisik, persetubuhan dan pencabulan.

“14 kasus ini tengah di dampingi oleh bidang PPA. Tapi kasus lain yang di tangani pihak polres belum termasuk dalam daftar kasus yang ada di PPA,” kata Anis, Senin, 14 November 2022.

 

Anis menyatakan, pergaulan bebas di lingkungan masyarakat dan anak sering menonton film dewasa masih menjadi penyebab. Dari kasus yang diadukan, pelakunya beragam. Ada orang tua angkat, ayah tiri dan oknum mantri.

“Rata-rata korban anak yang kami tangani cukup trauma dan psikologi mereka sangat terganggu. Ini butuh waktu cukup lama untuk memulihkan psikis mereka yang sudah terganggu. Kalau psikologi korban cukup berat, maka kami datangkan psikolog untuk bantu memulihkan,” jelasnya.

Anis meminta apabila kasus serupa terjadi maka secepatnya dibuat laporan polisi. Begitu juga kasus disampaikan ke bidang PPA KBP3A untuk dibuat pendampingan.

“Kalau ada kasus kami harap keluarga korban segera melaporkan ke pihak kepolisian agar kasus di proses secara hukum. Kami juga akan turun ikut melakukan pendampingan terhadap korban. Rencana tahun depan kami buat MoU dengan pihak kepolisian untuk penanganan kasus,”tegasnya. (mal/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini