Realisasi Paket DAK Baru Capai 50 Persen

Redaksi author photo
Ricky CH Richfat : Sedka Halmahera Timur 

HALTIM, BRN – Kinerja sembilan SKPD penerima Dana Alokasi Khusus atau DAK 2022 di Halmahera Timur bisa dibilang masih lambat mengeksekusi paket program fisik maupun pengadaan.

Hingga memasuki akhir tahun ini, program Ubaid-Anjas yang bersumber dari DAK belum spenuhnya terealisasi atau masih rata-rata progresnya baru mencapai 50 persen penyerapan.  

Presentase realisasi paket DAK yang baru terealisasi setengah dari 100 persen ini terpantau setelah tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) memonitoring progres realisasi masing-masing SKPD pada rapat evaluasi paket DAK, Senin (3/9) 

Sembilan SKPD penerima DAK itu masing-masing, PUPR, Disperkim, Dinas Perikanan, Dinas Pendidikan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, KB P3A, dan Dinas Pertanian. 

Sekertaris Daerah Halmahera Timur Ricky CH Richfat mengatakan, realisasi paket DAK oleh tiap-tiap SKPD pada sisa tiga bulan terakhir 2022 ini belum sepenuhnya maksimal. Masing-masing SKPD dimintai untuk mempercepat realisasi paket DAK hingga batas waktu per 10 Desember mendatang.

“Sudah tersisa tiga bulan tapi realisasi DAK baru capai 50 persen. Walaupun tidak terlalu rendah, tapi kami minta lebih dipercepat sehingga di 10 Desember semua program bisa selesai,” kata Ricky, Rabu (5/10). 

TAPD dan BP4D menurut dia, sudah mengevaluasi kepada SKPD penerima DAK dan pihaknya sudah meminta tiap-tiap SKPD supaya mempercepat agar penyerapan DAK bisa mencapai 100 persen hingga akhir tahun nanti.

“Dan SKPD penerima DAK sudah buat komitmen bahwa, per 10 Desember seluruh program kegiatan yang bersumber dari DAK selesai 100 persen. Kalau masih ada program yang tertunda mereka akan dievaluasi oleh Bupati. Hasil evaluasi kami sudah sampaikan kepada Bupati, menurut kami, angka 50 persen progress DAK itu masih memenuhi standar cuman perluh di-push lagi sehingga akhir tahun sudah 100 persen,” jelasnya.

Kendati begitu, Ricky menyatakan, progres realisasi DAK yang baru mencapai rata-rata 50 persen dianggap tidak bermasalah. Namun, realiasasi program kegiatan paket DAK sedikit tertunda karena dipengaruhi beberapa pekerjaan yang tertunda satunya adalah paket pengadaan obat oleh Dinas Kesehatan. 

“Ada beberapa pekerjaan yang tertunda, terutama pengadaan obat di Dinas Kesehatan. Pengiriman obat dan sebagainya agak sedikit terlambat dari distributor. Tapi kalau paket-paket fisik tidak bermasalah, jadi pemerintah target akhir tahun bisa selesai dan muda-mudahan bisa tercapai,” ungkapnya. (mal/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini