Pencegahan Kekerasan Anak di Halmahera Timur Butuh Peran Bersama

Redaksi author photo

Foto bersama usai sosialisasi kekerasan terhadap anak di bawah umur.

HALTIM, BRN
- Dinas Sosial Halmahera Timur menggelar sosialisasi dan pemberian bimbingan fisik, mental, spiritual dan sosial pencegahan kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Sosialisiasi bertajuk “Pencegahan kekerasan terhadap anak untuk mewujudkan generasi kuat tanpa kekerasan” itu dilaksanakan di Aula Penginapan Samada, Kota Maba, Senin, 3 Oktober 2022.

Kegiatan dengan tagline “Stop Kekerasan” ini dihadiri Direktur Daulat Perempuan Maluku Utara, Nurdewa Syafar. Peserta dalam acara ini terdiri dari camat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda kesiswaan dan siswa siswi SMA Negeri 5 Halmahera Timur.

Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub mengatakan, kekerasan terhadap anak dibawah usia masihg rentan terjadi di lingkungan sekolah masyarakat. Ini ke depannya menjadi perhatian penting pemerintah daerah. Pemerintah dan semua stakeholder harus ambil peran bersama memerangi kekerasan fisik maupun psikis terhadap anak usia dini.

“Mulai 2019 sampai 2022 kasus kekerasan terhadap anak khusus pada aspek kekerasan seksual makin naik, update terakhir naik menjadi 16 kasus. Bahkan masih bisa ada peluang bertambah. Seperti apa strategi dan menyikapi, tentunya kami tidak bisa memberikan tanggung jawab ini kepada satu segmen saja, harus secara bersama-sama berkolaborasi memikul tanggungjawab ini,” kata Bupati Ubaid ketika menyampaikan sambutan.

Ubaid mengemukakan, apabila menginginkan generasi Halmahera Timur yang kuat, cerdas dan pewaris, maka tanggungjawab pencegahan kekerasan anak dibawa usia harus dimulai dari sekarang.

“Tanggungjawab ini besar, jadi saya mengajak kepada guru-guru dan kepala sekolah, karena sekolah adalah rumah kedua para siswa maka harus dididik dengan baik. Karena generasi yang kedepanya akan mewarnai Halmahera Timur jadi paling tidak Sebagian besar tanggungjawab berada ditangan guru,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Dinas Sosial Halmahera Timur Nurain Komdan menambahkan, digelarnya sosialisasi ini tujuannya memberikan edukasi dan memperkuat strategi pembinaan kepada anak.

“Sebab tiga tahun mulai 2019 hingga 2022 ini kasus kekerasan akan terus meningkat. 2019 terdapat 10 kasus, 2020 juga sama. Tahun 2021 naik meningkat terdapat 16 kasus kekerasan terhadap akan sementara 2022 berjalan ini sudah terjadi 10 kasus. Kami bermaksud buat sosialisasi ini untuk memberikan edukasi dan pemberian bimbingan fisik dan mental terhadap akan,” jelasnya.

“Dinsos menginisiasi melakukan kegiatan ini harus disosialisasikan melalui Camat, para kesiswaan, tokoh agama, tokoh pemuda dan lainya sehingga bisa tersosialisasikan lagi ke masyarakat dan anak-anak disekolah. Kekerasan kalau tidak ditindak dikhawatirkan anak-anak kedepanya seperti apa. Ini menjadi tanggungjawab kita Bersama untuk melihat dan mencegah. Kami berharap dengan sosialisasi ini, kekerasan terhadap anak bisa berkurang,” sambungnya. (mal/brn)

Share:
Komentar

Berita Terkini