Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Wilayah Maluku Utara Menerima Apresiasi Kategori Kerja Sama dengan Pemerintah

Redaksi author photo
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir dan pengurus MES Pusat (doc.MES Wilayah Malut, Oktober 2022)

TERNATE, BRN - Masyarakat Ekononomi Syariah (MES) menyelenggarakan Silahturahim Kerja Nasional (Silalknas) pada rangkaian acara Islamic Syariah Economic Finanance (ISEF) pada, 7 sampai 8 Oktober 2022, bertempat di Jakarta Convention Center (JCC). Silaknas ini bertopik, memperkuat kolaborasi untuk akselerasi ekonomi syariah yang kontributif. 

Erick Thohir dalam sambutannya sebagai Ketua Umum MES menjelaskan, Silahturahim Kerja Nasional (Silaknas) merupakan momentum bagi kepengurusan MES, untuk melakukan koordinasi, komunikasi, dan evaluasi pada semua jenjang baik pada tingkat pengurus wilayah, daerah, dan wilayah khusus luar negeri.

Erick mengungkapkan pencapaian selama masa periode kepemimpinannya. Antara lain peluncuran Indeks IDX-MES BUMN 17 sebagai inisiatif bersama MES, BEI, dan BUMN dalam pengembangan pasar modal syariah. “MES menggelar Roadshow Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah. Penerima manfaat dari kegiatan tersebut berjumlah 18.365 orang, 64 kali, 30 kota, lima negara, dan 330 investor baru yang berhasil bergabung,”jelasnya melalui rilis MES Wilayah Maluku Utara yang diterima redaksi Media Brindo Grup, Selasa (11/10/2022) pagi.

Pada masa kepengurusannya, MES telah berhasil mengembangkan jejaring kepengurusan sampai 22 negara. MES juga berupaya untuk melakukan pendampingan kepada UKM untuk sertifikat produk halal. Menurutnya, MES melakukan edukasi, dan pendampingan sertifikasi produk halal dan pendamping proses produk halal. 

“Alhamdulillah sudah ada 729 UMKM binaan dan 160 pendamping PPH dari MES. MES juga mengembangkan ekosistem Kawasan kuliner halal berbasis komunitas, budaya, dan kearifan lokal. Seperti pada kampung wisata Kauman Solo,”ungkap Erick dengan rasa syukur.

Pada kesempatan yang sama, Perry Warjio Gubernur Bank Indonesia yang merupakan Dewan Pakar MES, dalam sambutannya menghimbau perlu adanya kerja sama semua pihak untuk mengambil peran dan berkolaborasi bersama MES untuk mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. 

“Berjamaah adalah yang bersifat eksponensial. Kekuatan dari silaturahim, kolaborasi, sinergi. Menyambungkan silaturahim dan berjamaan dalam seluruh kegiatan dan program ekonomi dan keuangan syariah untuk memajukan Indonesia,”jelasnya.       

Pada sesi acara pemberian apresiasi Iggi H. Achsien sebagai Sekertaris Jenderal menyampaikan beberapa Wilayah MES telah berikhtiar melakukan kontribusi untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Salah satu wilayah yang diberikan apresiasi adalah Wilayah Maluku Utara dengan kategori membangun kerja sama dengan pemerintah Kota Ternate dengan menggunakan Program Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang berbasis syariah. 

Menurut Koordinator Wilayah, Chaerul Saleh Arief, kerja sama KPBU yang dilaksanakan pemerintah Kota Ternate dalam membangun rumah sakit adalah yang pertama di Indonesia, karena model kerja samanya menggunakan prinsip syariah yang diharapkan memberikan kemaslahatan yang luas untuk pemerintah dan masyarakat.

Dalam penyampaian program kerja, Pengurus Wilayah MES Maluku Utara, Iqbal M. Aris Ali, menjelaskan bahwa, program kerja MES Wilayah ada tiga aktivitas, pertama adalah aktivitas pendidikan, di dalamnya ada literasi pasar modal, asuransi syariah, perbankan syariah, dan pelatihan akuntansi masjid. 

Aktivitas kedua sektor rill, berupa penataan dan pengelolaan pasar syariah, pelatihan akuntansi UMKM syariah. Sedangkan, aktivitas ketiga kerja sama dengan pihak pemerintah dan swasta, adalah bersama pemerintah melakukan perumusan konsep bagi hasil dengan pihak ketiga dan pendampingan penerapan konsep bagi hasil.  

Dalam sesi diskusi, Chaerul meyampaikan usulan untuk mendorong Kota Ternate yang telah diakui sebagai kota pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, menyelenggarakan seminar internasional tentang kota Ternate sebagai jalur rempah. “Maluku Utara, terutama Kota Ternate dan Tidore dalam catatan sejarah telah diakui sebagai jalur rempah yang berpengaruh di dunia internasional. Karena itu, bersama MES wilayah Maluku dan Papua akan bersinergi untuk mensukseskan acara tersebut,”ujarnya. 

Erick menyetujui usulan dan mengagendakan seminar tersebut pada 2023. Dia juga, bersedia untuk mengunjungi Kota Ternate pada Oktober tahun ini.(mes/red)    


Share:
Komentar

Berita Terkini