Bapenda Maluku Utara Minta Bantu KPK Fasilitasi

Redaksi author photo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

TERNATE, BRN
- Badan pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku Utara meminta bantuan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait bandelnya PT IWIP. Permintaan pendampingan lembaga antirasuah ini menyusul bandelnya perusahaan ekstraaktif asal Negeri Tirai Bambu itu.

Kepala Bapenda Maluku Utara, Zainab Alting mengharapkan KPK dapat memfasilitasi. Keterlibatan KPK diharapkan membuat IWIP taat membayar pajak, terutama pajak air permukaan yang ditunggak.

“Sudah lima kali loh kita datangi, namun partisipasi pajak air permukaan tidak ada progres yang signifikan. Pajak kendaraan juga demikian,” terang Zainab saat memaparkan materinya dalam Rapat Dengar Pendapat Usaha Pertambangan Maluku Utara di Red Corner Resto dan Cafe, di Kelurahan Tanah Raja, Ternate Utara, Kamis, 13 Oktober.

Zainab mengatakan, soal kepatuhan pajak, PT Wanatiara dan Harita Nikel di Pulau Obi lebih baik dibangikan IWIP. Jangankan pajak, data berapa berapa banyak kendaraan perusahaan saja belum dipenuhi.

“Di data rekapan kami nol, padahal mereka punya kendaraan cukup banyak. Katanya nanti diberikan data kendaraan bermotor untuk diregistrasi oleh kapolda, itu janji mereka saat kami berkunjung kemarin. Dan sampai hari ini baru 26 unit kendaraan yang datanya diberikan ke kami. PT IWIP sepertinya tidak mempunyai itikad yang baik untuk membayar pajak,” katanya.

Zainab menyatakan pihaknya berencana memasang alat pengukur debit air di IWIP. Dipasang dalam rangka mengetahui data real penggunaan debit air.

“Dari alat inilah kita tahu pemakaian setiap harinya berapa banyak,” ucapnya.

Ketua Satgas Koordinasi Supervisi Wilayah V KPK, Dian Patria mengatakan, kesulitan Bapenda Maluku Utara dalam mendapat data kendaraan IWIP secepatnya ditasai. Termasuk memfasilitasi pembayaran pajak.

“Pajak air permukaan kok angkanya lebih rendah daripada Harita. Ini belum termasuk pajak restauran yang kata tidak bayar. Kemudian ditambah lagi PPJ non PLN. kami akan koordinasi formal maupun informal dengan IWIP,” sebutnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini