PT. GMM Tetap Bersikeras Tak Bayar Pesangon Karyawan

Redaksi author photo

Ilustrasi kelapa sawit.

HALSEL, BRN
- PT. Gane Mandiri Membangun (GMM) rupanya tidak punya niat baik membayar pasangon Irfan Paoda. Ifran adalah salah satu karyawan yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja sepihak PT. GMM pada 22 Juli 2022.

Perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di Desa Gane Dalam, Kecamatan Gane Barat Selatan, Halmahera Selatan ini memberhentikan Ifran Paoda karena dianggap membocorkan rahasia perusahaan.

“Klien kami dipecat dengan alasan bocorkan rahasia perusahaan. Rahasia apa yang dibocorkan klien kami?. Coba pihak PT GMM jelaskan secara detail kepada kami,” pinta Meidi Noldi Kurma, penasehat hukum Irfan Paoda, Senin, 5 September.

Noldi mengatakan apa yang dialami kliennya itu langsung dilaporkan ke Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Halmahera Selatan. Mediasi pertama di ruang rapat Disnakertrans pada pertengahan Agustus 2022 tidak membuahkan hasil.

“Pihak PT GMM yang diwakili Maneger HRGA Irfan Sosandra beralasan karyawan atas nama Irfan Paoda tidak di PHK, tapi surat PHKnya diterbitkan. Walaupun tidak diberikan secara langsung, tapi klien saya dipanggil oleh Irfan Sosandra kemudian memeperlihatkan draf PHK,” ujarnya.

Noldi menjelaskan, kewajiban membayar pesangon diatur dalam Pasal 62 UU Ketenagakerjaan. Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang ditetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu, atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 61 ayat (1), pihak yang mengakhiri hubungan kerja diwajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja atau buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja.

“Aturan ini jelas, tapi kenapa pihak PT. GMM masih saja tidak mau bayar pasangon klien kami. Terus mau pakai aturan apalagi,” katanya.

Kepala Bidang Penyelesaian Hubungan Industrial (PHI) Disakertrans Halmahera Selatan, Sitti Wakiah mengatakan, pihaknya sudah melakukan medias kedua antara kedua belah pihak untuk mencari jalan keluar atas PHK sepihak PT. GMM terhadap Irfan Paoda. Hasil mediasi, kata Sitti, PT. GMM melalui Meneger HRGA Irfan Sosandra tidak mau mengambil keputusan dan membayar pasangon.

“Jadi waktu pertemuan Pak Irfan dan Pak Noldi itu, dia (Irfan Sosandra) mengembalikan keputusannya ke manegemen. Jadi, manegemen yang akan menjawab,” ucap Sitti, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Selain mediasi, Disnakertrans juga melayangkan risalah atau hasil mediasi kedua belah pihak ke Manegemen PT. GMM di kantor perwakilan PT. GMM di Jalan Poros Hidayat-Tomori yang diterima langsung oleh Hengki, salah satu petinggi di kantor perwakilan PT. GMM. Hasil risalah tersebut sudah dijawab Manegemen PT. GMM. 

“Jawaban mereka bahwa, mereka tidak mem-PHK saudara Irfan Paoda,” tambahnya. (buwas/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini