Petinggi FKIP Unkhair Ternate Respon Kasus Dosen Perundungan

Redaksi author photo

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unkhair Ternate. (dok. diambil dari kanal fkip.unkhair.ac.id)

TERNATE, BRN
- Petinggi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair Ternate menggelar rapat pimpinan tingkat fakultas. WU turut dihadirkan dalam rapat ini.

Digelarnya pertemuan ini sebagai respon terhadap kasus perundungan WU, oknum dosen sekaligus penasehat akademik Prodi PGSD FKIP unkhair Ternate.

Baca juga: Kronologi Dosenyang Sebut Mahasiswa Seperti “Babi Hutan” 

WU sebelumnya mengalamatka kata-kata umpatan yang disampaikan melalui WhatsApp Grup mahasiswa PGSD pada Selasa, 29 September 2022.

Bermula pesan WhatsApp dari WU berupa pemberitahuan perihal pengumpulan Kartu Rencana Studi atau KRS. Chatting tersebut berisi list nama-nama mahasiswa yang belum memasukan KRS, salah satunya MD.

Pesan ini kemudian dikoreksi oleh MD karena terdapat kesalahan penulisan nama. Sayangnya, hasil koreksi tersebut justru dibalas dengan kata-kata yang tidak etis.

Dekan FKIP Unkhair Ternate, Abdu Mas’ud menerangkan, rapat yang dilakukan itu guna meminta keterangan WU. Yang bersangkutan mengakui kalau percakapan tersebut benar miliknya.

“Langkah-langkah antisipasinya sudah disiapkan, termasuk pertimbangan memberikan sanksi. Namun sebelum itu kita menunggu dari pihak program studi bagaimana penyelesaiannya,” ucapnya ketika ditemui usai rapat, Jumat, 30 September.

Abdu mengatakan, penyelesaian secara internal dari program studi menjadi dasar pihaknya mengambil keputusan.

“Kita baru dengar keterangan dari satu pihak. Karena itu pihak prodi meminta klarifikasi MD, kita tidak bisa memustuskan kalau hanya sepihak. Kita upayakan penyelesaiannya secara kekeluargaan,” ucapnya. 

Ketua Prodi PGSD FKIP Unkhair Ternate, Ridwan Jusuf mengatakan kasus ini menjadi atensi. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini