Panitia Pilkades Wayaloar Pungut Biaya Pendaftaran Rp5 Juta per Bacakades

Redaksi author photo

Ilustrasi pungutan liar.

HALSEL, BRN
– Sejumlah tujuh bakal calon Kepala Desa Wayaloar, Kecamatan Obi Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan, diduga menjadi korban pungutan liar oleh panitia pemilihan kepala desa setempat. 

Pungutan sebesar Rp5 juta per setiap bakal calon itu diketahui setelah adanya laporan warga. Panitia pelaksana baru bisa mengakomodir syarat administrasi apabila para bakal calon kepala desa (bacakades) menyetor tunai Rp5 juta. Ketua Panitia Pilkades Wayaloar, Adimen Kajual mengaku besaran uang tersebut sebagai uang pendaftaran.

“Semua calon sudah setor uang pendaftaran ke panitia,” kata sejumlah warga Wayaloar yang meminta identitas mereka disebutkan, saat disembangi brindonews di Labuha, Ibu Kota Kabupaten Halmahera Selatan, Jum’at, 8 September.

Sesuai petunjuk teknis pemilih kepala desa, menurut warga, tidak dipungut uang pendaftaran.

“Namun panitia Pilkades di Wayaloar memungut uang pendaftaran. Apakah dalam aturan ada uang pendaftaran atau tidak kami perlu penjelasan dari panitia Kabupaten Halmahera Selatan,” sambung para warga.

Para warga mengatakan, panitia pilkades mengancam menggugurkan setiap bakal calon kepala desa apabila tidak membayar uang pendaftaran. Panitia pilkades bahkan sudi membubarkan diri sebagai panitia jika uang yang disetor kurang dari Rp5 juta.

“Mereka (panitia) ancam seperti itu. Jadi para bakal calon ini takut sehingga mereka setor uang pendaftaran,” ujar warga.

Ketua panitia pemilihan kepala desa tingkat Kabupaten Halmahera Selatan, Faris Hi. Madan dikonfirmasi menyatakan, tahapan pilkades tahap satu tahun 2022 tidak diwajibkan memungut biaya dalam bentuk apapun.

“Anggaran pilkades di tingkat desa sudah dianggarkan melalui dana desa, sementara di panitia Kabupaten dianggarkan melalui APBD. Jadi tidak ada biaya apapun. Kalaupun ada panitia di desa yang pungut biaya pendaftaran, masyarakat langsung laporkan saja ke penegak hukum disertai dengan bukti-bukti,” terang ungkap Faris.

Brindonews.com berupaya mengonfirmasi Ketua Panitia Pilkades Wayaloar, Adimen Kajual perihal dimaksud. Namun upaya konfirmasi belum terhubung. Hingga berita ini dipublis, Adimen Kajual belum memberikan penjelasan ihwal pungutan biaya pendaftaran dimaksud. (buwas/MBG)

Share:
Komentar

Berita Terkini