Panitia Pilkades Batulak Loloskan Cakades TMS

Redaksi author photo

Ilustrasi.

HALSEL, BRN
- Pemilihan kepala desa seretak di Halmahera Selatan menuai banyak persoalan. Mulai dari pungutan biaya pendaftaran sebesar Rp5 juta per calon kepala desa hingga “kong kalikong” antara panitia tingkat desa dan kabupaten. 

Seperti terjadi di Desa Batulak, Kecamatan Gane Barat Utara. Ketua Panitia Pilkades Iswan M. Nur mengambil keputusan di luar dari tahapan dan teknis sebagaiman diatur dalam Peraturan Bupati Halmahera Selatan tentang Pemilihan Kepala Desa.

Polemik ini bermula ketika Iswan M. Nur meloloskan Irhandi Suhada sebagai Calon Kepala Besa Batulak. Irhandi Suhada sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).

Irhandi digugurkan dari pencalonan karena tidak memasukan surat keterangan bebas temuan dari Inspektorat dan surat keterangan aset desa. Dua syarat pencalonan ini tidak dilengkapi hingga batas waktu pendaftaran.

“Tapi anehnya Irhandi yang juga mantan kepala desa ini kembali diakomodir (diloloskan) oleh panitia. Padahal, syarat pencalonannya TMS,” kata salah satu warga Batulak yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Jumat malam, 9 September.

Sumber ini mengatakan, Irhandi diloloskan kembali setelah Ketua Panitia Pilkades Batulak, Iswan M. Nur bertemu dengan panitia tingkat kabupaten di Labuha. Pertemuan dengan dalil “koordinasi” itu dilakukan secara diam-diam.

“Berangkat ke Labuha dengan membawa semua berkas para bakal calon. Katanya berkoordinasi dengan panitia Kabupaten terkait dengan tidak lolosnya Irhandi Suhada. Apa yang mau dikoordinasikan, sudah jelas berkas yang bersangkutan tidak memenuhi syarat,” terangnya.

“Dapat dicurigai kalau ketua panitia ke Ibu Kota Labuha itu bukan untuk berkoordinasi dengan panitia kabupaten, tapi ada tujuan lain. Kalau ketua panitia seperti itu wajar kalau warga menaruh curiga. Jangan-jangan ada sesuatu dibalik dari ini,” tambahnya.

Mustakim menabahkan, apa yang dilakukan Irwan M. Nur itu nantinya disanggah pada tahapan tanggapan atas pengajuan keberatan masyarakat pada 10-16 September 2022. (buwas/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini