Lurah Mangga Dua Utara Ijinkan Pemuda Tagih Pajak Deretan Lapak Mangga Dua

Redaksi author photo
Salah Satu Lapak di Areal Mangga Dua Pantai

TERNATE, BRN – Penagihan retribusi lapak  di deretan Mangga Dua dilakukan oleh pemuda. Hal ini dikatakan Lurah Mangga Dua Julkarnain kepada wartawan, Rabu (14/9/2022)  

“Iya memang terjadi penagihan kepada sejumlah pedagang, dan itu ditagi oleh Pemuda, karena itu sesuai kesepakatan saat rapat di kantor lurah”.

Julkarnain mengatakan, dari hasil penagihan itu diperuntukkan bagi kegiatan sosial kemasyarakatan, misalnya kerja bakti Masjid. Kemudian untuk mengurangi kenakalan remaja dan angka pengangguran mau tidak mau pihaknya untuk pemuda.

"Hal-hal itu untuk kegiatan-kegiatan sosial, macam kerja bakti di masjid dan uang itu ke kegiatan-kegiatan sosial itu,” ucapnya kepada wartawan, Rabu (14/9/22)

Sementara, salah satu oknum pedagang mengaku,  setiap hari dirinya harus menyetor uang restrebusi sebesar Rp10.000 untuk pemayaran lampu lapak. “Kami pasang lampu dan itu harus bayar iuranya”.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Ternate, Jufri Ali mengaku, hingga saat tidak ada penagihan retrubusi, setelah DPRD dan Ombudsman mengkritik bahwa pangihan tersebut termasuk pungli. Padahal areal tersebut dilarang untuk berjualan."

"Tidak menagih di situ, kan di situ ada objek, subjek, ada transaksi, maka saya tagih. Bahkan ada peraturan daerah memenuhi syarat untuk ditagih.

Menurutnya, selama pedagang masih berjualan di kawasan tersebut, tetap harus ditagih dan jika tidak maka harus di pindahkan ke tempat lain. Masalah pajak restoran, ketika ada objek, subjek, transaksi, menyediakan tempat, kemudian ada jasa pelayanan maka wajib dibayar pajaknya.

Kalau izin, berarti urusannya retribusi. Kalau di situ tidak ada izin, mungkin ada kebijakan dari kelurahan, nanti tanya di kelurahan, jadi setelah dikritik itu, saya sudah tidak pernah menagih,”tutupnya.(ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini