Desak Kejati Malut Usut Tuntas Proyek Penahan Tebing di Kalumata

Redaksi author photo
Pekerjaan Talud Penahan Tebing Yang Ambruk

TERNATE,BRN - Diduga mengabaikan dokumen perencaan, proyek pekerjaan pengamanan badan jalan akhirnya ambruk. Peket proyek dengan nilai Rp1,2 miliar yang dikerjakan CV. Indi Rekacipta Persada diketahui milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rosdiyana Syarif melalui pokok pokiran yang melekat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Koordinator Gamalama Coruption Whatc (GCW) Malut Muhidin kepada Media Brindo Grup Minggu (18/9/2022) mengatakan, proyek dengan nomor kontrak 600.640/SP/DPUPR-MU/CK/APBD-BG.LINGK-16/2021 tanggal 12 Oktober tahun 2021, sudah semestinya menjadi atensi Kejaksaan Tinggi Maluku Utara untuk melakukan puldta dan pulbaket, guna menelusuri penyebab ambruknya talud tersebut.  

Sebab awal penempatan titik nol proyek juga diduga sekongkol antara Bidang Cipta Karya dinas PUPR dan pemilik Caffe yang juga anggota DPRD Provinsi Maluku Utara. Dugaan sekongkol tersebut dengan alasan mitigasi bencana.

“ Memang dugaan dari awal penempatan proyek itu sudah ada sekongkol, akibatnya hasil dari pekerjaan bisa dibilang wanperstasi”.

Sementara itu anggota DPRD Provinsi Maluku Utara Rosdiyana Syarif saat dikonfirmasi redaksi Media Brindo Grup via WhatshApp mengatakan, adanya proyek tersebut, itu dinas lebih tau perusahan apa yang kerja. “ Paling bagus konfirmasi ke Dinas PUPR saja biar lebih jelas”.  

Terpisah kepala dinas PUPR Malut Saifuddin Djuba dengan tegas memberikan warning kepada pihak perusahan, agar segera menyelsaikan proyek tersebt, sebab hasil pekerjaan belum ada serah terima antar pihak kontraktor ke dinas.

“ Wajib hukumnya pihak perusahan untuk menyelesaikan proyek tersebut” (tm/brn)

  

 

Share:
Komentar

Berita Terkini