BBM Subsidi Nelayan Diawasi Ketat

Redaksi author photo
Kepala Bidang Perikanan Tangkap,Dinas Kelautan dan Perikanan
Halmahera Timur, Mahuba Tuheteru

HALTIM, BRN – Dinas Perikanan dan Kelautan Halmahera Timur mengawasi ketat pengunaan bahan bakar minyak atau BBM subsidi nelayan. Pengawasan ini dianggap penting supaya tidak salah dipergunakan dan diperjual belikan.  

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Timur, Mahuba Tuheteru mengatakan, pangkalan minyak jenis pertalite dan solar di SPBN di pangkalan pendaratan ikan atau PPI di Kecamatan Kota Maba itu diperketat oleh petugas.

“Kami perketat pengawasan dan pemakaian BBM subsidi nelayan ini agar mereka tidak salah gunakan. Karena kami pernah temukan nelayan yang coba menjual minyak yang dikususkan untuk nelayan. Sehingga kami tidak lagi berikan kouta minyak kepada yang bersangkutan,” kata Mahuba kepada Media Brindo Grup (MBG), Rabu, 14 September.

Mahuba menyebutkan, kouta BBM subsidi nelayan jenis pertalite yang dipasok di SPDN PPI perbulan berkisar antara 50-55 kilo liter, sementara jenis solar 40-45 kilo liter perbulan. Dua jenis BBM ini hanya dikhuskan untuk para nelayan di Halmahera Timur.

“Setiap minyak masuk di SPBN kemudian dijual ke nelayan Rp 10 ribu perliter  untuk jenis pertalite dan untuk solar Rp. 6.800 perliter. Data nelayan yang mendapat kouta minyak akan dilaporkan ke Dinas oleh petugas SPBN. Kami punya informen dilapangan, apakah minyak yang diberikan kepada nelayan itu digunakan untuk keperluan aktifitas penagkapan ikan atau tidak. Kalau ada laporan minyak digunakan untuk aktifitas lain, tentu ada sangsi. Sangsinya yang bersangkutan tidak lagi diberikan kouta minyak,” tegasnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini