24 Pelamar JPTP Rebut 9 Pimpinan OPD dan Asisten Bupati

Redaksi author photo

Sekretaris Panitia Seleksi JPTP Halmahera Timur, Ricky CH. Ricfat.

HALTIM, BRN
- Selekasi jabatan pimpinan tinggi pratama atau JPTP Pemkab Halmahera Timur kini memasuki tahap penulisan naskah. Hasil karya ini nantinya dipresentasikan dihadapan tim asesor JPTP.

Pada tahap ini, terkonfirmasi sebanyak 24 peserta yang masih lolos. Mereka bakal memperebutkan 9 kuota pimpinan OPD yang kosong dan satu jabatan Asisten III Bupati Halmahera Timur.

Sekertaris Panitia Seleksi JPTP Halmahera Timur, Ricky CH. Richfat mengatakan, 24 peserta masih lolos itu nantinya diseleksi lima orang tim asessor yang diketuai Rektor Universitas Muhamadiyah Maluku Utara, Saiful Deni.

“Sekarang sudah masuk tahapan penulisan makalah yang terdiri dari dua sesi. Pelamar yang ikut proses asesment masing-masing memilih dua lowongan jabatan. Jadi meraka membuat makalah sesuai lowongan jabatan yang dituju,” kata Ricky, begitu disembangi Media Brindo Grup (MBG) di lokasi asesmen di Aula Penginapan Marfa, Kota Maba, Rabu, 7 September.

Setiap pelamar bakal diuji di tahap sesi wawancara oleh lima orang tim asesor. Makalah akan dipresentase sesuai latar belakang lowongan pada jabatan yang dilamar peserta.

“Masing-masing peserta diberikan waktu untuk mempresentasikan hasil penulisan makalah mereka. Kemudian mereka akan menghadapi sesi tanya jawab dari tim panitia seleksi. Hari ini ada 10 dari 24 peserta yang akan diwawancarai, yang lainya dilanjutkan besok,” ucapnya.

Ricky menyebutkan, para pelamar teridetifikasi mengikuti seleksi lebih dari satu jabatan. Peserta yang melamar terkonfirmasi bervariasi, satu kouta jabatan bahkan empat hingga enam pelamar.

“Setelah wawancara nanti ada perangkingan nilai, tiap-tiap jabatan akan dipilih tiga pelamar yang memiliki nilai terbaik. Tiga peser taterbaik masing-masing lowongan jabatan dikirimkan ke KASN dan BAKN untuk menilai kriteria dari nilai peserta yang dimasukan. Kemudian dari tiga peserta, nilai terbaik itu akan lakukan sesuai kewenangan bupati untuk dipilih dari tiga terbaik itu untuk menduduki jabatan kepala dinas atau Asisten III,” jelasnya. 

“Pansel akan betul-betul menilai, mana yang layak dan tidak layak. Hasil penilaian itu akan dijumlahkan dengan rekam jejak dan hasil asesor yang pada tahap awal. Nanti diakumulasi sehingga dapat nilai yang terbaik, bisa jadi ada yang lulus seleksi ada yang tidak. Nanti dilihat pada perengkingan nilai dari tiga besar. Jadi nanti tergantung persetujuan KASN, kalau tidak ada persetujuan, maka pak bupati juga tidak bisa memilih siapa yang akan menduduki jabatan kepala dinas atau Asisten,” sebutnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini