Polres Halsel Ciduk Pelaku Judi dan Penimbun BBM Bersubsidi

Redaksi author photo

Kapolres Halmahera Selatan AKBP. Herry Purwanto saat menyampaikan keterangan pers di Ruang Satreskrim Polres Halmahera Selatan. AKBP. Herry didampingi Wakapolres Halmahera Selatan, Kompol. Mirsan Yassin, Kabag Operasional Polres Halmahera Selatan, AKP. Rasyid, Kasat Reskrim Polres Halmahera Selatan, IPTU Aryo Dwi Prabowo dan Kasat NArkoba Polres Halmahera Selatan, IPTU. Mardan Abdurahman.

HALSEL, BRN - Polres Kabupaten Halmahera Selatan merilis pengungkapan kasus judi online dan penimbunan bahan bakar minyak illegal bersubsidi. Sebanyak empat tersangka diamkan dalam kasus ini. 

Kapolres Halmahera Selatan, AKBP. Herry Purwanto mengungkapkan, pengungkapan dan ditangkapnya para tersangka ini menindaklanjuti intrsukri Kapolri Irjen Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Maluku Utara. Kasus judi online maupun judi darat dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi saat ini menjadi atensi.

“Empat kasus yang kita ungkap yaitu dua kasus judi dan dua penyalahgunaan (penimbunan) BBM subsidi. Empat kasus ini diungkapkan Polres Halmahera Selatan dalam waktu sepekan,” kata AKBP. Herry saat jumpa pers di Ruang Satreskrim Polres Halmahera Selatan, Senin, 29 Agustus.

AKBP. Herry mengatakan, tiga tersangka tersebut masing-masing EH 42 tahun, OHK 32 tahun, S 42 tahun dan SB 36 tahun. EH dan OHK diamankan dalam dua kasus judi.

EH dan dikenakan Pasal 303 KUHPidana dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. Barang bukti disita berupa satu handphone Vivo Y12, dua buku rekapan togel dan rekapan pemasangan, dan uang sebesar Rp1.352 ribu.

OHK disangkakan Pasal 303 dengan ancaman 10 tahun penjara atau Pasal 27 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang - undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang - undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda paling tinggi Rp1 miliar. Anggota menemukan satu handphone Samsung A21S, satu kartu ATM BNI dan uang tunai lebih dari Rp1 juta sebagai barang bukti.

Sedangkan S dan SB, sambung AKBP. Herry, merupakan tersangka kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi. S diamankan di Desa Babang Kecamtan Bacan Timur pada Kamis, 25 Agustus 2022.

Dari tangan S ditemukan barang bukti yang diamankan yaitu 13 jerigen ukuran 25 liter berisi solar. Kemudian sebanyak 11 ton. BBM jenis solar bersubsidi berhasil disita dari tersangka SB.

“Tersangka S dan SB melanggar Pasal 55 Undang- undang Nomor 2022 Tahun 2021 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah di perbaharui dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar,” sebutnya.

AKBP. Herry menambahkan, Polres Halmahera Selatan juga membuka pengaduan secara langsung kepala masyarakat. Layanan yang dinamai Quick Response ini menindaklanjuti instruksi Kapolri dan Kapolda Maluku Utara.

“Jika menemukan atau mengetahui berbagai tindak pidana maupun pelanggaran yang terjadi di wilayah hukum Polres Halmahera Selatan segera hubungi nomor pengaduan. Melayani 1x24 jam non stop melalui WhatsApp, SMS, telepon atau mendatangi langsung Polres Halmahera Selatan Kita fokus kejahatan-kejahatan khususnya kasus yang sudah menjadi atensi. Kasus lain seperti penyakit masyarakat juga kita fokus. Quick Response ini diharapkan memalisir gangguan kamtibmas yang menimbulkan ketidaknyamanan masyarakat,” katanya. (buwas/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini