Orang Tua Kini Bisa Konsultasi Perkawinan Anak Lewat Online

Redaksi author photo

Musrifah: Konsultasi Langsung dengan Tim Dokter

Stop perkawinan anak.

Angka perkawinan anak di Maluku Utara meningkat sebesar 14,36 persen. Update data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku Utara per 2022 ini melebihi persentasi angka nasional yang hanya 10,80 persen.

Kepala Dinas DP3A Maluku Utara, Musrifah Alhadar mengatakan, kenaikan angka perkawinan anak tersebut tercatat cukup signifikan. Tren peningkatan kasus ini menjadi prioritas DP3A Maluku Utara.

“Pencegahan perkawinan anak adalah program prioritas DP3A Maluku Utara. Sebagai dinas yang konsen di perlindungan dan pemberdayaan perempuan dan anak, tentu menjadi perhatian serius kami,” kata Musrifah, Senin, 15 Agustus.

Musrifah menyebutkan, dinasnya saat ini sedang gencar mensosialisasikan Gerakan Cegah Perkawinan Anak (Ceria) di semua lapisan stakeholder.

Gerakan Ceria bertujuan meningkatkan kesadaran bagi orang tua tentang dampak buruk perkawinan anak. Juga memberikan perlindungan bagi anak-anak di bawah umur dari kemungkinan terjadinya perkawinan anak.

“Ada juga aplikasi berbasis website. Melalui platform ini masyarakat atau para orangtau dapat berdiskusi atau konsultasi secara online dengan tim dokter, bidan, psikolog, pengacara dan perwakilan MUI pihak kepolisian (Polda Maluku Utara) selaku mitra kerja kami,” ucapnya.

Musrifah menambahkan, sosialisasi Gerakan Ceria dan website konsultasi daring yang disediakan mulai menekan angka perkawinan anak.

“Yang paling penting adalah peran keluarga dalam mendidik dan memantau pertumbahan anak. Saya harap semua orang tua terus pantau aktivitas sang anak, terutama ketika berada di luar rumah,” ujarnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini