Mengenal Wahida Abd. Rahim, dari Ketua Kopri dan Keinginannya Maju Bertarung Ketua PKC PMII

Redaksi author photo

Wahida Abd. Rahim.

Pemilihan Ketua Umum PKC PMII Maluku Utara periode 2022-2024 kian dekat. Badan Pekerja Konferensi selaku pelaksana pun mulai mematangkan berbagai kesiapan demi lancarnya pelaksanaan Konkoorcab IV PKC PMII Maluku Utara.

Satu kandidat yang muncul adalah Wahida Abd. Rahim. Segudang pengalaman membulatkan niat perempuan berjargon #PMII Bergerak ini ikut bertarung dalam dalam kontestasi tertinggi PMII level Provinsi Maluku Utara ini.

Perempuan kelahiran Bobaneigo, Halmahera Barat ini bukan wajah baru dalam organisasi yang berdiri sejak 17 April 1960 itu. Terutama sesama aktivis pergerakan di Maluku Utara.

“Walau begitu, Wahida cendrung biasa-biasa saja, humoris dan suka berkolaborasi. Wahida merupakan aktivis perempuan sekaligus kader kopri pertama yang bertarung sebagai Ketua PKC PMII Maluku Utara,” kata Harisa Torano, Ketua Tim Pemenang Wahida Abd. Rahim, dalam keterangan tertulisnya yang diterima brindonews.com, Rabu malam, 17 Agustus.

Harisa mengemukakan, Pemilihan Ketua Umum PKC PMII Maluku Utara tidak hanya ajang pertarungan para kandidat hingga dinobatkan sebagai ketua terpilih. Para calon ketua harus memiliki rekam jejak yang menjadi bahan diskusi arus balik setiap kader.

“Kandidat kami punya itu (track record),” ucapnya.

Harisa mengatakan, ada dua alasan tagar #PMII Bergerak yang diusung Wahida. Pertama, adanya niat ingin mengabdi di PMII. Kedua, mengembalikan corong PMII sebagai organisasi pengkaderan yang tidak harus terjebak pada kepentingan sesaat. 

“PMII adalah organisasi pengkaderan yang orientasi gerakannya harus jelas, tidak harus terjebak pada kepentingan sesaat. PMII harus mampu menjawab tantangan zaman. Apalagi sebagai organisasi pergerakan PMII harus bergerak dan produktif,” ucapnya.

Infografis pengalaman Wahida Abd. Rahim di PMII Maluku Utara.

Satu-satunya Keterwakilan Perempuan 

Wahida Abd. Rahim tercatat sebagai kader PMII setelah mengikuti Masa Perkenalan Anggota Baru atau MAPABA Rayon Tarbiyah IAIN Ternate 2016 lalu. Wahida kemudian didapuk menjadi Sekertaris I Dewan Mahasiswa IAIN Ternate.

Awal kiprah ini membuat Wahida mulai menyelami berbagai aktivitas dan kolaborasi tanpa batas dalam lintas organisasi pergerakan. Perempuan yang jarang apatis ini lebih memilih melebur diri dan fokus membangun lokus diskusi dengan iklim kritis mahasiswa selama kuliah di IAIN Ternate.

“Inilah pondasi awal Wahida melebarkan sayap pengalaman ke sejumlah organiasi kritis. Wahida juga pernah menjadi Direktur LPI Maluku Utara, kader Walhi Maluku Utara, pengurus NETFID Maluku Utara dan Anggota Communitas Falasanny. Juga pendiri LEMPERSA IAIN Ternate,” kata Harisa.

Harisa menyebut, Wahida turut berperan penting di tubuh PMII Maluku Utara. Mulai dari menjabat Ketua Kopri Komisariat IAIN Ternate, Ketua Kaderisasi Kopri PMII Ternate dan Ketua Kopri PMII Maluku Utara.

“Bukan hal yang mustahil bagi Wahida untuk maju sebagai Ketua PKC PMII Maluku Utara 2022-2024. Wahida menjadi leanding sector yang mampu membangun aliansi dengan sejumlah inti organiasi dan melebur bersama aksi-aksi masa di Maluku Utara,” ucapnya.

Harisa mengatakan, selain aktif di dunia gerakan, Wahida merupakan satu-satunya keterwakilan perempuan yang ikut bertarung. Wahida juga aktif mengikuti jenjang pengkaderan PMII seperti PKD dan PKL. Juga aktif memperdalam keilmuanya dengan mengikuti pelatihan formal secamam SIG, SKK dan SKKN.

“Sebagai perempuan yang terlahir dari PMII, Wahida juga selalu mengiktiarkan diri bahwa pertarungan menjadi ketua PKC PMII Maluku Utara semata-mata adalah ajang membesarkan organiasi. Wahida Abd Rahim adalah sosok refleksi sekaligus leanding sector kader kopri pertama yang patut dikukung untuk memenangkan pertarungan ketua PKC PMII Maluku Utara. Tidak ada halangan dan alasan untuk tidak menjadi progresif dan produktif di PMII,” sebutnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini