Dua Kabupaten di Malut Ini Jadi Sasaran Pemasok Barang Illegal dari Jakarta

Redaksi author photo
Pemusnahan barang sitaan Bea Cukai Ternate.

TERNATE, BRN - Barang bukti hasil sitaan Bea Cukai Ternate dimusnahkan. Total barang yang dimusnahkan senilai Rp350 juta.

Pemusnahan barang sitaan illegal hasil 95 kali penindakan selama 2019-2022 itu digelar di Kantor Bea Cukai Ternate, Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 2, Keluarahan Baru, Ternate Tengah, Maluku Utara, Selasa pagi, 30 Agustus.

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut adalah 45.160 batang rokok jenis sigaret kretek mesin, 255.500 batang rokok jenis sigaret kretek putih dan 1.785 ml tembakau lainnya atau liquid vape. Lalu 600 botol minuman mengandung letil alkohol yang terdiri dari masing-masing 12 botol golongan A dan B, serta golongan C 636 botol.

Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Shinta Dewi Arini mengatakan, barang-barang tanpa cukai ini dipasok dari Jakarta ke Maluku Utara melalui kargo jalur laut langsung ke jasa pengiriman dengan modus operandi berupa barang rempah.

“Daerah atau kabupaten yang paling sering disasar yaitu Kabupaten Halmahera Tengah (Desa Lelilef) dan Halmahera Selatan. Kebanyakan disita di lokasi kargo laut,” ucap Shinta usai pemusnahan.

Shinta menambahkan, barang illegal yang dipasok tersebut, belum diketahui siapa pemasoknya. Namun, Shinta mengaku kalai pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bea Cukai Pusat di Jakarta untuk menyelidiki keberadaan para pelaku.

“Antisipasinya sudah kita lakukan yakni berkordinasi dengan kantor pusat, supaya pasokan ilegal ini bisa berkurang. Jika dibandingkan dengan 3 tahun sebelumnya, ini lebih meningkatkan barang ilegal yang ditindak Bea Cukai,” pungkasnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini