Sukarjan Hirto Terancam Dicopot Usai Jadi Tersangka Haornas

publisher: BrindoNews.com author photo

Jusuf Sunya.

TERNATE, BRN
- Pemerintah Kota Ternate mempertimbangkan opsi untuk memberhentikan Sukarjan Hirto dari Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Kota Ternate. 

Sukarjan merupakan Sekretaris Panitia Hari Puncak Hari Olahraga Nasional (Haornas) yang digelar di Kota Ternate 2018 lalu. Mantan Kadispora Kota Ternate itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka, hanya saja belum disampaikan secara resmi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, lembaga hukum yang menangani kasus Haornas.

Sekertaris Daerah Kota Ternate, Jusuf Sunya mengatakan, Sukarja kemungkinan dapat dicopot dari jabatannya dan mengangkat pelaksana tugas baru. Sukarjan bakal diganti apabila surat penetapan tersangkanya dinyatakan resmi dan sudah diterima pemerintah kota.

Sukarjan Hirto (rompi pink) saat digiring menuju mobil tahanan Kejaksaan Negeri Ternate.

“Sementara ini kita (Pemerintah Kota Ternate) belum mendapatkan surat resmi mengenai status tersangka Sukarja Hirto yang di tetapkan dalam kasus Haornas. Beredarnya surat tersangka dan apabila itu memang benar, maka akan disampaikan ke wali kota agar diberhentikan. Yang pasti ada pertimbangan dan nanti disampaikan ke Wali Kota M. Tauhid Soleman karena statusnya tersangka,” Jusuf, Jumat, 29 Juli 2022.

“Apakah yang bersangkutan memang ditetapkan sebagai tersangka atau tidak itu belum pasti. Kami baru dapat surat penetapan tersangka Sukrja dari online (melalui kirima whatsapp), sementara surat fisiknya belum kita pegang. Jadi kita menunggu surat fisiknya dulu sehingga itu menjadi dasar kami (memberikan Sukarjan dari pelaksana tugas),” sambung Jusuf.

Kendati mengklaim belum menerima surat penetapan tersangka Sukarjan, Jusuf menyatakan opsi mengganti Sukrjan dianggap penting dan dilakukan secepatnya. Ini untuk mengisi kekosongan pelaksana tugas kepala dinas perkim.

“OPD yang dipimpin Sukarjan untuk saat ini kiranya tidak bisa melakukan penandatanganan surat menyurat, apalagi masalah-masalah prinsip tentang kebijakan dan penganggaran, karena masih dalam tahapan proses hukum. Kita menghargai jalannya proses hukum dan tetap mengedepankan pra duga tidak bersalah kepada Sukarjan Hirto. Semua keputusan dikembalikan pada jalur hukum yang sementara berlangsung. Yang pasti kita melihat kode etik kepegawaian yang bersengketa sehingg dalam waktu dekat akan di sampaikan ke wali kota dan mengangkat pelaksana tugas yang baru,” katanya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini