Kubu Tommy Soeharto Bantah Curi Sampel Ore D Evo PT. ANI

publisher: BrindoNews.com author photo

Sampel Ore D Ove yang diduga dicuri oleh Supervisor Quality Control PT. ANI kubu Tommy Soeharto, Rivano dan beberapa temannya. Masalah ini sudah dilaporkan ke Polsek Maba Selatan oleh PT. ANI kubu Burhanudin. Sampel Ore D Ove itu pun sudah diamankan sebagai barang bukti.

HALTIM, BRN -
Perusahaan tambang dan hilirisasi PT. Adhita Nickel Indonesia (PT. ANI) versi Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, meluruskan tudingan pihak PT. ANI kubu Burhanuddin Leman Djailani atas dugaan pencurian Ore D Evo pada Jumat kemarin 8 Juli. 

Kuasa Hukum PT. Adhita Nickel Indonesia versi Tommy Soeharto, Hendrikus Hali Atagoran mengatakan, pengambilan sampel Ore D Evo di lokasi IUP PT. Adhita Nickel Indonesia oleh Supervisor Quality Control PT. ANI kubu Tommy Soeharto, Rivano dan beberapa teman lainya sudah sesuai prosedur. Itu sebabnya salah alamat kalau Kepala Teknik Tambang PT. ANI kubu Burhanuddin, Sulisetiawan menuding mereka pencuri. 

Dikatakan sesuai prosedur, lanjut Hendrikus, dibuktikan dengan surat permohonan tertanggal 6 Juli 2022 yang dilayangkan PT. Adhita Nickel Indonesia kubu Tommy Soeharto selaku pemegang saham sah. 

“Rivano dan sejumlah temanya mengambil sampel Ore D Evo di lokasi PT. ANI untuk keperluan PT. Will Bumi Perkasa (WBP), rekanan PT. ANI. Mereka masuk ke lokasi berdasarkan surat permohonan dimaksud, yang direktur sah adalah Hutomo Mandala Putra,” kata Hendrikus dalam keterangan tertulis diterima Media Brindo Grup (MBG) Minggu sore, 10 Juli 2022. 

Hendrikus mengklaim, Rivano dan beberapa temannya mengambil sampel Ore D Evo pun tak keluar dari surat pernyataan bersama antara pihak Tommy Soharto dan Burhanudin. Keputusan bersama yang ditandatangani masing-masing pihak tersebut di buat di Polsek Kecamatan Maba Selatan, 25 Mei 2022 lalu. 

Salah satu poin disepakati adalah tidak membatasi lokasi mana yang diperbolehkan dan mana tidak. Artinya, semua lokasi milik PT. ANI diperbolehkan para pihak dapat melakukan eksplorasi dan preparasi.

Alumnus Universitas Hukum Pancasila Jakarta ini menyarankan, Polsek Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur, agar tidak memproses lanjut laporan pencurian sample Ore D Evo yang dilaporkan Sulisetiawan. Apalagi, Burhanuddin Leman Djailani tidak lagi berstatus sebagai pemilik PT. Adhita Nickel Indonesia.

Pertimbangannya, pertama, Burhanuddin tidak lagi menjabat selaku Direktur PT Adhita Nickel Indonesia. Kedua, Burhanudin tidak lagi memiliki legal standing di PT. ANI. Ketiga, kerjasama antara Burhanudin dengan PT. ANI kubu Tommy Soeharto telah dibatalkan terhitung 25 Juni 2022.

Pembatalan akibat ulah Burhanudin dengan mengatasnamakan PT. ANI, namun dia tidak lagi menjabat sebagai direktur utama. Jadi, laporan polisi terkait dugaan pencurian sampel Ore D Evo seharusnya oleh pihak kepolisian tidak lagi ditindaklanjuti karena Burhanuddin tidak lagi menjabat selaku direktur. Selain itu, dugatan pihak Burhanudin yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait perubahan jajaran direksi PT. ANI tidak dapat diterima atau ditolak oleh pengadilan. Burhanudin juga sedang menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya dan sebentar lagi sudah ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini