Kuasa Hukum Sukarjan Hitro Minta Kejari Periksa Tauhid Soleman

Redaksi author photo

Kuasa hukum Sukarjan Hirto, Agus R. Tampilang.

TERNATE, BRN
- Kuasa hukum tersangka kasus Hari Olahraga Nasional (Haornas), Sukarjan Hirto, Agus R. Tampilang meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate memeriksa semua pihak yang dianggap berkontribusi atas pelaksaan Haornas. Termasuk ketua panitia, M. Tauhid Soleman. 

Agus mengatakan kasus dengan sumber anggaran APBD dan APBN itu kliennya tidak menerima atau mendapatkan sepersen pun. Penahanan SH, kata Agus, haknya penyidik.

“Yang jelasnya SH dari awal cukup kooperatif dan juga tidak menerima anggaran dari kegiatan Haornas, hanya saja ada beberapa hal yang tidak bisa dipertanggung jawabkan oleh event organizer selaku pelaksana acara. Ada anggaran seperti temuan BPK sebesar 600 juta, itu kewajarannya tidak bisa dipertanggung jawabkan,” ucap Agus, ketika disembangi di Kantor Kejari Ternate, Jumat, 29 Juli.

Agus mengaku kliennya pernah menyuruh event organizer membuat laporan pertanggungjawaban. Namun arahan itu tidak ditindaklanjuti oleh YC alias Yulianti, Direktur CV NK yang ditunjuk oleh Kemenpora sebagai tim kepanitiaan hari puncak Haornas.

“Setelah ada temua dari BPK, Pak Tauhid menyurat ke Kemenpora meminta CV NK membuat laporan pertanggungjawaban atas temuan dimaksud. YC bahkan meminjam uang Rp100 juta melalui Wali Kota alm. Burhan Abdurrahman, katanya uang itu bayar honor panitia. Kemudian pak wali kota menelpon SH tanya ada uang atau tidak. SH lalu menelpon bendahara dispora saat itu. Setelah uang honor panitia itu diberikan ke YC, SH kemudian melaporkan ke ketua panita, jadi yang jelas Pak Tauhid selaku ketua panitia tahu,” sambung Agus.

Agus menambahkan, Kejari Ternate harus mendalami kasus secara baik. Sebab, pihak yang dianggap terlibat bukan hanya SH.

“Tetapi pihak-pihak lain yang turut melakukan kontribusi atas pelaksaan kegiatan Haornas tidak di panggil dan periksa. Bahkan ketua panitanya tidak pernah hadir (memenuhi panggilan) lalu dibiarkan begitu saja, Kejari harus berani pasang taring agar orang yang terlibat diminta pertanggung jawaban hukum,” ujarnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini