Kemenkumham Malut dan Unkhair Bahas Kerjasama Napi Bersertifikat

publisher: BrindoNews.com author photo

Perwakilan Kanwil Kemenkumham Maluku Utara yang dipimpin Kepala Devisi Pemasyarakat, Lili saat melakukan pertemuan dengan Rektor Unkhair Ternate, M. Ridha Ajam di ruang pertemuan Unkhair Ternate.

TERNATE, BRN
- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku Utara, mengunjungi Universitas Khairun atau Unkhair Ternate, di Kelurahan Gambesi, Kota Ternate Selatan, Selasa pagi, 12 Juli 2022. 

Selain berkoordinasi, pertemuan kedua lembaga itu salah satunya membahas kerjasama dalam rangka pembinaan narapidana di lembaga pemasyarakat maupun rumah tahanan atau rutan. 

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Maluku Utara, Lili mengatakan, kunjungan kerja tersebut ia didampingi oleh Jumadi selaku Kepala Bidang Pembinaan Bimbingan, dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Maluku Utara, serta pejabat administrator.

Pembinaan bersertifikat bagi narapidana dapat terlaksana maksimal dengan menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah maupun pihak swasta lainnya. Ini bertujuan agar dapat memberikan bimbingan keterampilan yang bermanfaat bagi narapidana apabila kelak telah habis masa hukumannya.

Lili mengemukakan, kerjasama samacam ini perlu dan harus dilakukan agar narapidana dapat melatih keterampilan kemandirian. Tujuan lainnya yaitu agar lembaga pemasyarakatan (lapas) ataupun rumah tahanan (rutan) tidak dipandang sebagai tempat penghukuman narapidana.

“Pembinaan menjadi bagian penting dalam pemasyarakatan itu sendiri. Kerjasama seperti ini harus kami lakukan agar narapidana yang dititipkan ke kami itu tidak lagi mengulangi perbuatannya (residivis) lagi karena sudah terampil. Gagasan ini juga akan jadi pilot project dalam pembinaan napi, khususnya di Maluku Utara, sebagai gagasan atau program ini akan dimuat ke dalam majalah Zona Integritas yang sering dibaca oleh Menkumham. Ibarat satu kali dayung, tiga pulau terlampaui. Maluku Utara akan mendapat perhatian menteri dengan gaung pendidikan dan pembinaan bersertifikat di Maluku Utara,” ucap Lili.

Kepala Bidang Pembinaan Bimbingan, dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Maluku Utara, Jumadi menambahkan, kunjungan kerja ini diharapkan menghasilkan ouput positif.

Rencananya, Kanwil Kemenkumham Maluku Utara dan Unkhair Ternate menandatangani Memorandum of Understanding pada 19 Juli 2022 pekan depan. Bertujuan agar gagasan ini berjalan maksimal.

“Penandatangan dihadiri seluruh kepala lapas di Maluku Utara. Kami mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada pihak Unkhair Ternate. Melalui pertemuan tadi kami juga meminta kepada Rektor Unkhair Ternate, M. Ridha Ajam menindaklanjuti grand design ini ke Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba. Berharap pak gubernur memberikan dukungan penuh atas tujuan mulia yang di gagas oleh Ibu Lili ini. Siapa lagi kalau bukan kita yang dapat merubah perilaku WBP,” ucapnya.

Apabila kerjasama ini terlaksana, lanjut Jumadi, narapidana khususnya dari Maluku Utara dapat diterima di lapangan kerja ketika bebas nanti.

“Kerana mereka sudah bersertifikasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” sambungnya.

Rektor Unkhir Ternate, M. Ridha Ajam mengatakan, program pembinaan keterampilan narapidana bersertifikat selaras dengan program kampus merdeka belajar.

“Unkhair mendukung penuh gagasan yang dibawa oleh Ibu Kadiv Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Maluku Utara. Urusan kerjasama ini menjadi sangat penting bagi kita semua. Program kampus merdeka belajar ini dapat kita realisasikan di lapas dan rutan,” katanya.

Pelaksanaannya nanti, saran Ridha, Kemenkumham menyediakan data yang nantinya dibuat pemetaan sesuai kebutuhan.

“Data ini akan dijadikan dasar dalam melakukan intervensi programnya. Data ini yang akan kami jadikan acuan untuk menerjunkan mahasiswa dan dosen dalam melakukan bimbingan,” ucapnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini