Gerindra Maluku Utara Lunasi Lahan Pembangunan Kantor di Sofifi

publisher: BrindoNews.com author photo

Arsad Sanaky, didampingi Ikhi Sukardi dan sejumlah pengurus DPD Gerindra Maluku Utara menerima sertifikat tanah dari ahli waris. Tampak uang tunai senilai Rp1,8 miliar diletakkan di atas meja. 

TERNATE, BRN
- Pemalangan lahan pembangunan kantor permanen DPD Gerindra Maluku Utara di Sofifi usai sudah. Ini setelah partai yang ketuai Muhaimin Syarif itu melunasi lahan senilai Rp1 miliar itu. 

Pengerjaan kantor partai berlambang kepala kepala Garuda itu sempat tak berjalan. Pemilik lahan dan ahli waris lainnya memboikot aktivitas pekerjaan lantaran lahan tersebut belum dilunasi pihak DPD Gerindra Maluku Utara.

Koordinator Pembangunan Kantor DPD Gerindra Maluku Utara, Arsad Sanaky mengatakan, lahan yang beberapa waktu lalu menjadi perbincangan tersebut sudah dilunasi. Uang tunai senilai Rp1,8 miliar diberikan langsung kepada ahli waris.

“Penyerahan dilakukan di Kantor DPD Gerindra Provinsi Maluku Utara, Kelurahan Tanah Raja, Kecamatan Ternate Tengah,” sebut Arsad dalam jumpa pers di Kantor DPD Gerindra Maluku Utara, Jumat, 7 Juli 2022.

DPD Gerindra tidak ada sedikit pun berniat menunda waktu pembayaran. Lahan itu kapan saja dilunasi apabila penyelesaian inernal ahli waris sudah selesai.

“Persoalan tanah yang selama ini diperbincangkan di publik bahwa seolah-olah tanah itu menjadi masalah, tapi sebenarnya tidak demikian. Ada perjanjian antara ahli waris dan DPD Gerindra Maluku Utara. Pembangunan kantor itu sudah dilakukan peletakan batu pertama, maka setelah ini proses pekerjaan akan mulai berjalan,” sambung Arsad.

Juru Bicara DPD Gerindra Maluku Utara, Ikhi Sukardi Husen menambahkan, sebelumnya lahan tersebut ahli waris mematok senilai Rp2 miliar. Harga ini kemudian dilakukan negosiasi penurunan harga jual.

“Kita tawar Rp1,8 miliar, termasuk menegosiasi pembayaran cicil. Hanya saja dari pihak ahli waris tidak mau bayar cicil, mereka mau bayar tunai. Karena itu kita tunggu ahli waris berunding di internal keluarga dan informasi lanjut dari mereka,” ucapnya.

Ikhi menjelaskan, pemalangan oleh ahli waris lahan disebabkan miskomunikasi. Penyebab lainnya yaitu belum ada pembicaraan lebih lanjut di internal keluarga ahli waris lahan.

“Tapi alhamdulillah tadi suda selesai. Sertifikat (kepemilikan) lahan juga sudah diserahkan ke kita,” ucapnya.

Ahli waris lahan pembangunan Kantor DPD Gerindra Maluku Utara di Sofifi, Insan Hasan mengatakan, uang senilai Rp1,8 miliar tersebut diserahkan dan disaksikan langsung ahli waris lainnya. Pembayaran tunai dilakukan di Sekretariat DPD Gerindra Maluku Utara di Ternate. 

“Semua proses pembayaran hari ini sudah selesai. Selanjutnya tanah tersebut sepenuhnya menjadi milik partai Gerindra dan kami tidak akan lagi berurusan lagi soal lahan tersebut,” terangnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini