Diduga Mark Up Proyek, Kejati Malut Didesak Periksa Direktur PT. Albarka Abdul Azis

Redaksi author photo
Bukti Dokumen Perencanaan Proyek Pekerjaan Fisik Panataan Kawasan Strategi
Ibu Kota Provinsi-Penyedia Sarana Area Pameran UMKM 

TERNATE,BRNKejaksaan Tinggi Malut diminta segera memanggil dan memeriksa direktur PT. Albrakah Abdul Azis, atas Proyek pekerjaan fisik penataan kawasan strategi ibu kota provinsi-penyedia sarana area pameran UMKM yang diduga Mark Up dan Bermasalah. Hal ini dikatakan Koordintor Gamalama Koruption Whatc (GCW) Maluku Utara Muhidin kepada redaksi brindonews.com via handphone belum lama ini.

Proyek pekerjaan fisik penataan kawasan strategi ibu kota provinsi-penyedia sarana area pameran UMKM yang dikerjakan PT. Albraka Abdul Azis dengan pagu anggaran senilai Rp 3,9 Miliar diduga Mark Up dan bermasalah.

Menurutnya, proyek yang harusnya dikerjakan berdasarkan dokumen perencanaan, akan tetapi sengaja di abaikan oleh pihak perusahan. Dimana Arah bangunan yang semestinya menghadap ke barat, namun diubah menghadap ke timur. Bahkan dalam dokumen kontrak itu ada beberapa aitem yang tidak dikerjakan yakni, Portabel 5 unit dan halaman parkir. Sehingga proyek tersebut diduga Mark Up dan bermasalah.


Proyek Tidak Memiliki Lahan Parkir dan Portabel 


“ Dengan adanya dugaan Mark Up proyek tersebut, Kejati Malut diminta segera mengambil langka untuk melayangkan panggilan terhadap direktur PT. Albarka Abdul Azis untuk dimintai keterangan”

 

Lanjut dia, lokasi pekerjaan, proyek senilai Rp.3,9 miliar itu memang satu bangunannya menghadap ke timur. Bangun dengan waktu pekerjaan 180 hari kerja itu juga tidak terdapat areal parkir dan taman. Bahkan bangunan yang diperuntukkan untuk pameran produk UMKM dalam pelaksanaan STQ Nasional belum ditempati para pelaku UMKM. Bahkan disinyalir bahwa, PT. Alabarka Abdul Azis diduga memiliki hubungan dekat dengan orang-orang di Biro Pengadaan Barang dan Jasa BPBJ Provinsi Maluku Utara.  



Papan Proyek

Dirinya menegaska, apabila Kejati Malut tidak merespon hal ini, GCW secara kelembagaan akan melaporkan secara resmi disertai dengan bukti dokumen perencanaan, serta gambar pekerjaan fisik. 


hingga berita ini ditayngkan, direktur PT. Albarka Abdul Azis belum bisa di konfirmasi (tim/red)

 

 

Share:
Komentar

Berita Terkini