Syarat yang Harus Dipenuhi Pemkot Ternate agar Wisata Batu Angus Jadi Geopark

Redaksi author photo

Objek Wisata Batu Angus Ternate.

TERNATE, BRN - Rencana Pemerintah Kota Ternate mengusulkan Wisata Batu Angus di Kelurahan Kulaba, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, menjadi Geological Park atau Geopark ke UNESCO mendapat dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Sandiaga Salahuddin Uno.

Dukungan terhadap upaya pelestarian dan pengembangan objek wisata batuan beku hasil erupsi Gunung Api Gamalama ini disampaikan saat Sandiaga berkunjung Batu Angus, sebelum bertolak menuju Jailolo, Halmahera Barat, menghadiri opening ceremony Festival Teluk Jailolo.

Menteri yang pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Presiden RI pada Pemilu 2019 lalu ini tiba di Wisata Batu Angus sekira pukul 09.45 WIT, Kamis pagi, 16 Juni 2022.

Sandiaga mengatakan, Kementeri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Kemenparekraf RI telah menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 2 Tahun 2020 Tentang Pedoman Tekhnis Pengembangan Geopark Sebagai Destinasi Pariwisata.

Petunjuk ini harus dipatuhi untuk memenuhi prinsip-prinsip destinasi pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan untuk membangun geopark sebagai destinasi pariwisata yang kompetitif dan bekerlas di dunia.

“Tidak perlu banyak mengeluarkan biaya untuk membuat destinasi wisata. Geopark bukan hanya secarik kertas, akan tetapi ini tujuannya luhur untuk pelestarian lingkungan, konservasi, edukasi dan kesejahteraan masyarakat. Percuma ada geopark jika masyarakat tidak sejahtera. Pengembangan geowisata ini juga harus melibatkan UMKM dan wisata alam lainnya yang terintegrasi dan terimplementasi dengan baik,” ucapnya.

Menparekraf RI Sandiaga Salahuddin Uno dan rombongan, didampingi Rizal Marsaoly saat mengunjungi Objek Wisata Batu Angus di Kelurahan Kulaba. Dalam sambutannya Sandiaga mengatakan, pengusulan Wisata Batu Angus menjadi geopark harus memenuhi memenuhi standar UNESCO. Salah satunya yaitu mengedepankan konservasi dan pembinaan kampung wisata disekitar objek wisata. Standarisasi ini berlaku wajib apabila Wisata Batu Angus benar-benar diusulkan ke UNESCO. 

Wirausahawan dan politisi berdarah Gorontalo-Jawa ini mengemukakan, Wisata Batu Angus boleh saja menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark. Asalkan dalam pengusulan nanti Pemerintah Kota Ternate memenuhi standar yang ditetapkan UNESCO.

Yaitu wajib mengedepankan konservasi dan edukasi yang harus dikelola dengan prinsip pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar wisata; dan sekitar kawasan geopark juga harus didukung dengan pengembangan dan kekuatan pariwisata nasional yang mengedepankan budaya lokal.

“Tradisi semacam tarian daerah harus dilestarikan, lingkungan pada konsep berkelanjutan dan berkualitas termasuk flora dan fauna yang endemik. Kita harus inovasi, adaptasi, kolaborasi, kita ciptakan pembangunan kelanjutan, berintegrasi dengan kolaborasi, sehingga semua unsur harus dilibatkan. Pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat sangat penting, jangan sampai mereka terpinggirkan, karena ini konsepnya adalah geowisata,” sebutnya.

Selain itu, juga ada pengembangan kampung wisata di sekitar Wisata Batu Angus. Ini bertujuan agar adanya peluang lapangan kerja bagi masyarakat.

Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly mengatakan, upaya pelestarian dan perkembangan Batu Angus di Kelurahan Kulaba menjadi nilai ekonomis adalah harapan besar bagi Pemerintah Kota Ternate.

“Masih ada banyak tahapan dan cara untuk ditempuh lebih jauh dalam upaya menjadikan Batu Angus sebagai geopark. Ini cita-cita Pemerintah Kota Ternate, tinggal bagaimana tim penilai datang memverifikasi faktual sebagai dasar untuk diusulkan ke UNESCO. Untuk masuk ke UNESCO saja persaingannya cukup ketat, kita masih butuhkan pembenahan fasilitas,” katanya. 

Rizal berharap pengusulan Geopark Batu Angun kedepannya bisa menjadi branding baru di Kota Ternate. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini