Perusahaan Tambang Ini Polisikan Otak Kelompok Penyerobotan Lahan

Redaksi author photo

Sejumlah personel dari TNI/Polri berjaga di Pos Security PT. Adhita Nickel Indonesia di Kecamatan Maba.

HALTIM, BRN
- Hi. Arifin, warga Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, dilaporkan ke Polres Halmahera Timur atas dugaan penyerobotan lahan PT. Adhita Nickel Indonesia, Kamis pagi, 23 Juni 2022, sekira pukul 09.00 WIT. Arifin diperkarakan bersama kelompoknya. 

Informasi yang dihimpun brindonews.com menyebutkan, laporan polisi terdahap Arifin dan kelompoknya itu berawal dari upaya paksa kelompok Arifin menguasai pos penjagaan dan memblokade aktivitas PT. Adhita Nickel Indonesia yang berlokasi di Kecamatan Maba, Rabu kemarin, 22 Juni 2022. Arifin diduga otak dibalik gerakan yang mencatut nama Hutomo Mandala Putra, atau lebih dikenal Tommy Soeharto, putra bungsu mantan Presiden Indonesia yang kedua, mendiang Soeharto.

 

General Manager PT. Adhita Nickel Indonesia, Ishac Idrus Djailani, dikonfirmasi membenarkan perihal dimaksud. Menurutnya, ada sejumlah oknum yang datang menyerobot atau bernafsu mengambil alih lahan milik PT Adhita Nickel Indonesia. Salah satu dari mereka diketahui adalah Hi. Arifin yang diduga kuat sebagai dalang dibalik penyerobotan lahan.

“Benar ada sejumlah oknum itu datang menyerobot paksa lahan PT. Adhita Nickel Indonesia pada Rabu kemarin. Mereka datang dengan membawa-bawa nama Tomi Soeharto. Tindakan ini sangat memperkeruh keadaan, baik kepada masyarakat maupun pihak perusahaan,” katanya ketika dikonfirmasi wartawan Kamis siang, 24 Juni 2022.

Mantan Anggota DPRD Halmahera Timur itu menjelaskan, secara hukum, pemegang saham dan akta, ditamba IUP perseoraan adalah Burhanuddin Leman Djailani. Posisi Burhanuddin di PT. Adhita Nickel Indonesia (ANI) sebagai direktur utama, bukan Tommy Soeharto dengan PT. Bumi Nusa Permai atau BNP.

“Jadi secara hukum pemegang izin kuasa tambang ini adalah Pak Burhanuddin Leman Djailani, bukan siapa-siapa. Pemilik IUP PT. ANI ini masih ditangan Pak Burhanuddin belum berpinda tangan. Jadi kelompok lain jangan datang menyerobot KP kami, apalagi membawa-bawa nama Tommy Soeharto,” terang Ko Is, begitu Ishac Idrus Djailani biasa disapa.

 

Ko Is itu menjelaskan, status kepemilikan perusahaan sebelumnya digugat oleh pihak Tommy Soeharto di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hanya saja belum ada putusan inkra karena Tergugat masih mengajukan banding.

“Burhanuddin Leman Djailani selaku Tergugat mengajukan memori banding atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 564/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Pst tertanggal 2 Juni 2022. Proses hukum di pengadilan masih berjalan, belum final. Kalau memberhentikan aktifitas produksi perusahaan terkecuali ada perintah langsung dari pengadilan sebagai institusi independen. Begitu juga surat resmi dari pengadilan untuk memberhantikan aktifitas belum ada. Hanya saja kemarin dari Polda Metro Jaya datang dalam rangka untuk menginvestigasi kasus yang terjadi disini (PT. ANI), kemudian pihak Polda Metro Jaya mengimbau agar jangan dulu beraktivitas, dan kami menghormati himbauan itu. Anehnya, setelah pihak kepolisian menginvestigasi, sore harinya ada oknum yang datang memprovokasi keadaan dengan membawa sejumlah warga ke lokasi perusahaan dengan tujuan menyerobot lahan milik PT. ANI,” terangnya.

Direktur Utama PT. ANI kubu Tommy Soeharto, Bob Brata Jaya, ketika diwawancarai sejumlah awak media mengatakan, pihaknya masih menunggu proses banding Tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sampai dengan selesai.

“Jadi dimohon untuk menghormati menyangkut proses banding sehingga pihak Burhanuddin Leman Djailani belum bisa beraktivitas apalagi memproduksi. Jadi di PT. ANI ada 75 persen saham Tommy Soeharto,” ucapnya.

Kepala Satua Reserse dan Kriminal Polres Halmahera Timur, IPDA. Muhammad Kurniawan belum memberikan keterangan resmi perihal laporan dimaksud. Pertanyaan yang dilayangkan brindonews melalui Whatsapp, sekira 18:29 WIT belum ada tanggapan hingga berita dipublis pada pukul 23:20 WIT. (mal/red)

 

Share:
Komentar

Berita Terkini