Periksa 28 Saksi dan Sita 30 Dokumen, Kasus SPPD Fiktif Jalan Ditempat

publisher: BrindoNews.com author photo

Kepala Polres Halmahera Timur, AKBP. Eddy Sugiharto.

HALTIM, BRN
- Penanganan kasus dugaan SPPD Fiktif Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Halmahera Timur hingga kini masih mangkrak di Polres Halmahera Timur. Padahal, kasus ini dilaporkan sejak 2016 lalu. 

Lambat dan ketidakjelasan progres dugaan kasus yang menyeret nama mantan Sekertaris Daerah Halmahera Timur Muh. Abdul Nazar, itu publik pun mulai bertanya-tanya. Salah satu pertanyaan yang sering dijumpai di ruang-ruang diskusi adalah sejauh mana penanganan ataukah pihak polres sengaja mendiakan. Padahal, kasus dengan kerugian negara Rp1,2 miliar ini sejumlah 28 saksi sudah dimintai keterangan dan 30 dokumen disita penyidik sebagai alat bukti.

Kepala Polres Halmahera Timur, AKBP. Eddy Sugiharto tak buka mulut. Ia mengklaim, kasus dugaan SPPD fiktif tersebut masih ditangani.

“Dari Unit Tipikor juga masih menangani. Tentunya kita koordinasi dengan inspektorat dan BPK. Saat ini kami menunggu perhitungan kerugian negara,” kata Eddy, ketika dikonfirmasi Media Brindo Grup (MBG), Kamis, 2 Juni 2022.

Kasat Reskrim Polres Halmahera Timur, IPDA. Muhammad Kurniawan menambahkan, kasus dugaan biaya perjanan dinas fiktif itu telah dilakukan audit kerugian negara oleh BPK.

“Terkait itu, terakhir kita laksanakan pemeriksaan BPK untuk audit hasil kerugian negara. Besok nanti saya cek lagi,” singkatnya, membalas konfirmasi melalui WhatsApp. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini