Kubu Tommy Soeharto Bantah Tudingan Penyerobotan Lahan PT. ANI

publisher: BrindoNews.com author photo

Terlapor Hi. Arifin Samad (kiri) didampingi kuasa hukumnya, Hendrikus Hali Atagoran (kanan).


HALTIM, BRN
- PT. Adhita Nickel Indonesia versi Tommy Soeharto membantah dugaan penyerobotan lahan atas tudingan Menejemen Adhita Nickel Indonesia kubu Burhanuddin Leman Djailani. Melalui lawersnya, Hendrikus Hali Atagoran mengatakan, tuduhan penyerobotan lahan dimaksud salah alamat. 

“Apa yang disampaikan General Manager PT. Adhita Nickel Indonesia kubu Burhanuddin Leman Djailani, Ishac Idrus Djailani terkait penyerobotan lahan itu tidak benar. Bahkan tudingan miring yang dialamatkan ke Hi. Arifin Samad sebagai otak penyerobotan juga salah alamat,” katanya ketika diwawancarai awak media di Penginapan Rahmat, Kota Maba, Jumat sore, 24 Juni 2022.

 

Hendrikus menganggap tuduhan tersebut sangat lucu dan tidak berdasar. Terlebih, kata Hendrikus, statemen Ishac Idrus Djailani tidak sesuai fakta.

Hi. Arifin masuk ke lokasi tambang PT. Adhita Nickel Indonesia (ANI) memiliki legalitas yang jelas yaitu berdasarkan surat kuasa penuh dari Direktur Utama PT. ANI Tommy Soeharto.

“Berkaitan dengan pemberitaan menyangkut penyerobotan lahan dengan membawa-bawa nama Pak Tommy Soeharto tidak benar. Bagaimana bisa Pak Arifin dinyatakan sebagai otak di balik penyerobotan, kalau toh Pak Arifin masuk ke lokasi berdasarkan kuasa penuh dari Pak Tommy Soeharto selaku Direktur Utama PT ANI. Surat kuasanya jelas ada, beliau (Arifin) ditugaskan sebagai tenaga lapangan yang dipercayakan perusahaan untuk mengontrol lokasi tambang tetap steril tanpa ada gangguan dari pihak manapun. Ini perlu diklarifikasi biar jelas,” ucapnya.

 

Tamatan Universitas Hukum Jakarta ini mengatakan, sejumlah warga yang bergerak masuk lokasi pos penjagaan PT. ANI pada Rabu kemarin adalah murni eks karyawan perusahaan, bukan kelompok yang dipimpin Arifin sebagaimana ditundingkan.

Blokade dan tindakan-tindakan lain itu adalah murni inisiatif eks karyawan yang sedang menuntut hak-hak mereka yang belum terbayarkan, salah satunya upah kerja yang mencapai lebih dari Rp19 miliar.

“Ini perlur kami meluruskan pemberitaan kemarin untuk menghindari kesimpangsiyuran. Berkaitan dengan laporan polisi yang ditemupuh adalah hak setiap warga negara, kami tidak akan mengomentari itu. Tetapi jelasnya kami bicarakan berdasarkan fakta, data dan juga kenyataan yang terjadi. Kami dari Pak Tommy, sebagai manajemen baru, komitmen untuk menyelesaikan upah eks karyawan yang tidak dibayarkan oleh manajemen lama, itu itikad baik dari Pak Tommy. Beliau (Tommy Soeharto) datang ke Halmahera Timur hanya dua tujuan, menyelesaikan persoalannya karyawan dan memastikan tidak ada tunggakan kepada negara,” sambung Hendrikus.

 

Secara hukum, lanjut Hendrikus, Tommy Soeharto adalah pemegang sah perusahaan PT. ANI. Ini berdasarkan fakta hukum melalui rapat umum pemegang saham. Bukti kepemilikan lainnya yaitu Akta Notaris dan SK Kemenkumham tertahun 2021.

“Kami pihak Tommy Soeharto memiliki Akta Notaris tertanggal 30 Juli 2021 dan SK Kemenkumham, jadi tidak main-main. Kami tidak sama sekali memegang dokumen bodong alias palsu. Kami PT. ANI pihak Tommy Soeharto memegang dokumen resmi yang dikeluarkan oleh lembaga negara yang resmi dan kami sudah melewati semua proses sesuai undang-undang yang berlaku,” sebutnya.

Hendrikus menambahkan, polemik kepemilikan perusahaan bermula dari keputusan Burhanuddin Leman Djailani menggugat di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Hanya saja gugatannya ditolak. 

“Perlu diluruskan. Bahwa sengketa PT. ANI yang sementara berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu adalah kami selaku pihak Tergugat. Bukan kami yang menggugat. Gugatanya sudah ada putusan tertanggal 21 Juni 2022. Inti putusan menyatakan bahwa gugatan Pengugat tidak dapat diterima sehingga Pak Burhanudin Leman Djailani melakukan upaya banding. Jadi kami datang kesitu bukan serta merta, tapi kami datang dengan membawa legalitas yang jelas. Jadi kami tidak pernah melakukan yang namanya pelanggaran terhadap hukum ,” ucapnya. 

 

Kata Hendrikus, pihaknya juga melaporkan Burhanuddin Leman Djailani ke Polda Metro Jaya. Ia dilaporkan atas dugaan penggelapan dan/atau pemalsuan dokumen.

“LPJ nya sudah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan saksi, BAP para saksi dan sebagainya. Jadi kami menghargai yang namanya proses hukum. Beberapa hari lalu sudah ada pemeriksaan kurang lebih lima saksi yang ada di Maba, tingal kita tunggu proses hukumnya berjalan. Muda-mudahan bisa secepatnya agar kepastian hukum bisa terjadi,” tambahnya.

Terlapor dugaan penyerobotan lahan PT. ANI, Hi. Arifin Samad menuturkan, ia sama sekali tidak melakukan penyerobotan lahan. Termasuk mengotaki gerakan.

“Ada tuduhan dari Pak Ishac Djailani terkait penyerobotan lahan dibawa kendali saya itu sebetulnya tidak benar adanya. Saya memegang kuasa penuh dari Pak Tommy. Di saya juga ada MODI perusahaan yang namanya jelas adalah Pak Tommy. Bahkan sidang pada tanggal 2 Iuni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat gugatan atas nama Burhanudin terhadap Pak Tommy itu pihak kami yang menang. Jadi kalau pak Is katakan saya lakukan penyerobotan lahan dasarnya apa?. Saya masuk ke lokasi PT. ANI juga ada petugas, TNI-Polri juga ada,” ungkapnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini