Seorang Siswi di Morotai Jadi Korban Syahwat Ayah Tiri

Redaksi author photo

Ilustrasi.

Seorang ayah berinsial JM terpaksa dilaporkan ke Polres Pulau Morotai. Pria berusia 42 tahun itu diperkarakan atas dugaan pemerkosaan terhadap anak tirinya yang masih berstatus siswi SMP. JM merupakan oknum pemerintah desa.

Terungkapnya dugaan pemerkosaan anak dibawah umur ini setelah korban menceritakan kepada neneknya pada Sabtu, 7 Mei 2022 lalu. Sang nenek kemudian meneruskan cerita cucunya itu ke ibu korban. Usai mendengar cerita, ibu korban lalu membuat laporan polisi di Polres Morotai, tiga hari setelahnya, 10 Mei 2022 sekira pukul 11.00 WIT.

“Pelaku memaksa korban melakukan itu saat dalam Ramadhan 1443 H kemarin, dan dilakukan saat saya tidak ada di rumah. Perbuatan ini sudah berkali-kali,” kata ibu korban, Rabu, 11 April.

Ibu korban menyebutkan pelaku yang juga suaminya itu telah lari dari rumah setelah aksi bejatnya terbongkar.

“Setelah dengan cerita, saya kemudian kembali mengecek pelaku di rumah, tapi sudah ada lagi. Saya langsung melaporkan ke pihak kepolisian. Saya sudah bawah anak saya ke RSUD, dan dokter mengatakan bahwa untuk hasilnya nanti besok baru keluar, karena baru dilakukan pemeriksaan. Saya juga sudah bawah anak saya ke RSUD (di vusim), dan dokter bilang nanti besok baru hasilnya keluar, karena baru di periksa tadi,” ujarnya.

Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Morotai, AIPTU Ihnan Banyo membenarkan adanya laporan tersebut. Ihnan mengatakan kasus ini sedang dalam penyelidikan.

“Betul, laporannya sudah kami terima. Saat ini dalam proses pemeriksaan terhadap korban maupun pelaku. Pelaku sudah kami amankan,” jelasnya.

Proses selanjutnya, sambung Ihnan, ditingkatkan ke tahap penyidikan apabila semua pihak selesai di periksa.

“Saat ini masih penyelidikan. Tapi, secepatnya kita akan lakukan penetapan tersangka,” tegasnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini