PH Warga Mangga Dua Sebut Statemen Kuasa Hukum Terlapor I Lebih Lucu

Redaksi author photo

Agus Salim R. Tampilang.

TERNATE, BRN
- Penasehat hukum warga RT 16, RW 06, bilangan Mangga Dua Parton, Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate Selatan, Agus Salim R. Tampilang, menanggapi pernyataan Muhammad Konoras. 

Agus mengatakan, pernyataan Muhammad Konoras yang menyebut sangat lucu dan salah alamat, justru statemen tersebut lebih lucu lagi. Bagi Agus, itu sesuatu yang sangat naif.

“Jika ada yang mengatakan klien kami salah alamat, maka itu terlalu lucu dan naïf. Karena secara langsung orang tersebut ingin mengatakan bahwa pihak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara tidak berkompoten mengusut dugaan mafia tanah yang dilaporkan,” kata Agus, saat ditemui di halaman Pengadilan Negeri Ternate, Rabu pagi, 25 Mei.

Agus menilai, statemen yang dilontarkan Penasehat Hukum Terlapor I adalah menunjukkan ada kepanikan dari pihak terlapor, Andi Tcakra. Laporan mafia tanah diadukan, menurut Agus, mengacu pada Surat Edaran Kejaksaan Agung RI Nomor 16 Tahun 2021 tentang Pemberantasan Mafia Tanah.

“Disebutkan bahwa klien saya sebagai provokator, saya mau Tanya dan minta penjelasan yang dimaksud provokator seperti apa?. Sebagai praktisi hukum, harus memberikan edukasi hukum kepada masyarakat, jangan meluarkan statemen-statemen yang menyesatkan publik,” sebut Agus.

Agus juga meminta Polres Ternate segera menghentikan kasus dugaan penyerobotan lahan yang sebelumnya dilaporkan Andi Tcakra.

“Kalau bisa Pak Kapolres Ternate segera hentikan perkara itu, karena tidak ada sertifikat yang terbit di atas laut. Coba turun dan lihat apakah sertifkat itu berada di atas tanah atau di atas laut. Dalam Undang-undang Nomor 5 Tahun 1960 itu sudah jelas, bahwa objek sertifikat itu adalah tanah bukan laut. Jadi kalau dia (Muhammad Konoras) menjelaskan bahwa laut bisa diterbitkan sertifikat, itu lebih lucu dari pada salah alamat,” ucapnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini