Duduk Perkara Aksi DPC Gerindra Tikep yang Berujung Pengrusakan Fasilitas Kantor

Redaksi author photo

Masa aksi juga mencoret ruang rapat Kantor DPD Gerindra Maluku Utara. Tampak tulisan perusak partai, goblok dan kantor ini kami segel. Tulisan ini di tulis menggunakan pilox.

TERNATE, BRN
- Dewan Pengurus Cabang atau DPC Gerindra Tidore Kepulauan menggelar unjukrasa di depan Kantor DPD Gerindra Maluku Utara. Mereka meminta agar DPP segera mencopot Muhaimin Syarif dari ketua DPD Gerindra Maluku Utara. 

Dilakukannya aksi penolakan buntut dari pergantian Koordinator Cabang (Korcab) Gerindra Kota Tidore Kepulauan. Mereka menilai pergantian tersebut sepihak dan tanpa melalui mekanisme partai. Masa aksi juga merusak beberapa fasilitas kantor.

Sekretaris DPC Gerindra Tidore Kepulauan, Yusup Bahta menyatakan, pergantian dari Syachril I. Marsaoly ke Muhammad Hasan jelas cacat prodesur. Pergantian dilakukan tanpa evaluasi maupun rapat harian partai.

“Tidak ada rapat harian sama sekali. Kalau alasan mengganti karena evaluasi pun menurut saya keliru, karena semua koordinator di Gerindra tidak aktif. Tong baku tau kong,” kata Yusup ketika ditemui disela-sela aksi, Rabu, 10 Mei 2022.

Meja dan kursi rapat yang di obok-obok masa aksi. Beberapa kursi terlihat rusak akibat kemarahan masa aksi.

Yusup mengatakan, penunjukan yang bukan dari kader partai bertentangan dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga. Syarat menjadi koordinator cabang harus pengurus DPD, minimal kader Partai Gerindra.

“Pak Syachril adalah salah wakil ketua di DPD Gerindra Maluku Utara. Kami berharap agar ketua DPD segera membatalkan surat keputusan pergantian Sycahril I. Marsaoly dan mengembalikan beliau sebagai Koordinator Cabang Partai Gerindra Tidore kepulauan (Tikep),” ujarnya.

Juru Bicara DPD Gerindra Maluku Utara, Iki Sukardi menyebutkan, sejumlah Enam poin yang dipersolan. Penolakan yang termuat dalam surat Nomor: MU-02/05-48/kpts-p/2022 itu salah satunya menolak Muhammad Hasan dan meminta mengembalikan Syachril I. Marsaoly sebagai koordinator cabang.

“Muhammad Hasan ini anggota partai Gerindra. Koordinator cabang ini tugas atau fungsinya pengawasan dan pembinaan,” sebutnya.

Iki menuturkan, ikwal penolakan tersebut nantinya dibahas di internal pengurus DPD. Hasil rapat selanjutnya disampaikan ke DPC Gerindra Tidore Kepulauan.

“Sehari dua. Kita tunggu ketua pulang dari Jakarta baru dibahas,” ucapnya.

Umbul-umbul masa aksi yang bertuliskan penolakan pergantian Koordinator Cabang Partai Gerindra Kota Tidore Kepulauan.Ketegasan ini dipasang tepat depan pintu utama Kantor DPD Gerindra Maluku Utara.

Pelaksana Harian Ketua DPD Gerindra Maluku Utara, Hi. Arsad Sanaky menyebutkan, aksi penolakan Muhammad Hasan oleh DPC Kota Tidore Kepulauan melanggar prosedur partai. Penyempaian aspirasi harus disampaikan melalui surat.

“Ada satu tahapan dulu, mereka harus nyurat. Nantinya mereka sampaikan keberatan apa-apa saja, misalnya menolak pergantian koordinator cabang dari Syachril I. Marsaoly ke Muhammad Hasan. Tapi itu tidak lakukan,” katanya.

“Yang saya heran, kenapa masih ada ketua mereka tidak sampaikan itu barang (penolakan pergantian koordinator cabang). Nanti ketua berangkat baru datang demo,” tambah Arsad. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini