Aksi 11 April Jilid II di Ternate Ricuh, 14 Pendemo Diamankan

publisher: BrindoNews.com author photo


TERNATE, BRN - Mahasiswa dari empat kampus di Kota Ternate kembali turun ke jalan, Senin 18 April 2022. Mereka meminta Pemerintah Indonesia segera membatalkan keputusan kenaikan harga BBM jenis pertamax dan pertalite.

 

Juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku Utara dan Kota Ternate secepatnya mencari solusi. Termasuk membuat kebijakan yang pro rakyat.

 

Aksi digelar di Tiga titik berbeda. Satu titik di depan Kantor Wali Kota Ternate, depan Kampus FKIP Unkhair Ternate sebagai titik kedua, dan lokasi ketiga yaitu di depan Pertamina Jambula, Kecamatan Ternate Pulau.

 

Informasi yang dihimpun brindonews, sejumlah 14 masa aksi diamankan polisi. Pendemo 11 April 2022 jilid II ini diamankan usai terlibat kericuhan, sekira pukul 16.56 WIT.

Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Berjuang Bersama Masyarakat (BBM) Maluku Utara saat menggelar unjukrasa di depan Kampus FKIP Unkhair Ternate, atau tepatnya di jalan utama menuju Bandara Sultan Babullah Ternate.

Belasan pendemo yang diamankan tersebut merupakan masa aksi di depan Kampus FKIP Unkhair Ternate, yang tergabung dalam Aliansi Berjuang Bersama Masyarakat atau BBM Maluku Utara.

 

Pengamatan brindonews, demonstrasi di depan Kampus FKIP Unkhair Ternate ini sempat tegang. Ketegangan dipicu oleh masa aksi yang bersikeras menerobos masuk ke area Bandara Sultan Babullah Ternate. Sekira pukul 15.00 WIT polisi memukul mundur masa aksi.

 

Ketegangan tersebut kembali terjadi pada pukul 16.56 WIT. Ketegangan kedua ini berakhir ricuh setelah pendemo melempar batu ke arah anggota yang berjaga.

 

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Michael Irwan Thamsil mengatakan, belasan pendemo yang diamankan itu diduga melempar batu  itu kearah anggota yang sedang mengawal demonstrasi.

 

“Saat ini polisi masih dalam proses pemeriksaan untuk mengetahui seberapa jauh peran mereka dalam aksi ini. Jika dalam proses pemeriksaan benar terbukti terlibat dalam aksi pengrusakan dan pelemparan, kita akan proses secara hukum,” terangnya. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini