Loyalitas Yosefnat Cuek Keputusan Bupati Ubaid

Redaksi author photo

Ardiansyah Madjid.

HALTIM, BRN - Keputusan Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, menggugurkan status Yosefnat Maudul sebagai kepala desa pemenang Desa Ino Jaya, belum sepenuhnya diterima loyalitas. 

Ini diketahui setelah panitia tingkat desa dan BPD Ino Jaya apatis terhadap Surat Keputusan Bupati Halmahera Timur Nomor 188.45/141/22/2022 tentang Penetapan Penyelesaian Sengketa Pemilihan Kepala Desa Ino Jaya. Bukan hanya tidak menanggapi, mereka bahkan berkeberatan atas keputusan bupati ihwal mengugurkan kandidat mereka.

Kepala Bagian Hukum dan Organisasi Kabupaten Halmahera Timur, Ardiansyah Madjid dikonfirmasi mengatakan pihaknya bakal meneke over jika panita desa dan BPD masih bersikeras tidak menindaklanjuti keputusan bupati.

“Kalau panitia desa dan BPD tidak tanggapi surat keputusan bupati, maka kami akan take over. Surat keputusan harus ada hasil, dan hasil itu nanti bisa digunakan oleh pihak yang tidak setuju untuk gugat, karena perbedaan hukum itu soal biasa. Pihak-pihak merasa berkeberatan seharusnya pihak yang digugurkan bukan BPD dan PPTD,” terangnya, Rabu 16 Maret.

Ardiansyah menyatakan, keputusan pengusulan Syarif Hanafi sebagai pemenang kedua bersifat final. Kalaupun panitia desa dan BPD Ino Jaya tidak menanggapi ataupun tidak menindaklanjuti, sudah tentu muncul curiga kalau panitia desa dan BPD tidak bersikap netral alias berpihak pada salah satu calon kepala desa saat pemilihan.

“Sikap acuh tak acuh panitia desa dan BPD Ino Jaya bisa jadi justru dicurigai. Kalau seperti itu, sebenarnya ada apa? karena BPD dan PPTD harus bersikap netral. Yang mengajukan keberatan itu terkecuali yang bersangkutan (Yosefnat Maudul) bukan sebaliknya,” ujarnya.

“Kalu bersikap sebagai pihak yang bekepentingan seperti ini, tentu ini sangat lucu. Karena BPD itu dilarang terlibat dalam politik praktis, kalau sudau seperti apa ini, apa jadinya nanti,” katanya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini