Koordinator FPAK Dipolisikan Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Redaksi author photo

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara.

TERNATE, BRN
- Koordinator lapangan Front Penggerak Anti Korupsi (FPAK) Maluku Utara, Sudarmono Tamher terpaksa berurusan dengan polisi. Ini setelah ia dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, Senin 14 Maret.

Laporan polisi ihwal dugaan pencemaran nama baik itu buntut dari aksi unjukrasa FKAP pada Kamis, 10 Maret 2022 kemarin di Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

Dalam aksi ini, FPAK meminta pihak kejaksaan mengusut anggaran perjalanan dinas yang melekat di Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku Utara. Mereka juga membentang spanduk bertuliskan tangkap ada adili Ridwan Arsan atas dugaan bermain proyak dan SPPD fiktif.

FPAK Maluku Utara saat menggelar unjukrasa di depan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pada Kamis pekan kemarin.

Sekrataris Dinas Keluatan dan Perikanan Maluku Utara, Ridwan Arsan selaku pembuat laporan mengatakan, tudingan FPAK yang dialamatkan padanya sangat mengganggu baik pribadi maupun pribadi. Apalagi, namanya ditulis dalam spanduk.

“Mereka tulis nama saya sebagai mafia proyek fiktif,” ucap Ridwan menguti tulisan yang ada di spanduk.

Ridwan berharap kasus ini diseriusi hingga mengungkap maksud dan tujuan unjukrasa.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Maluku Utara, Komisaris Besar (Pol) Dwi Hindarwana melalui Kabag Wassidik, AKBP. Hengky Kurniawan dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dimaksud.

Hengky mengatakan laporan dugaan pencemaran nama baik itu koordinator lapangan FPAK selaku terlapor.

“Laporan kami sudah terima, dan akan diproses sesuai prosedur. Kita akan  buat undangan pemanggilan kepada ST, setelah dipanggil dan dimintai klarifikasi selanjutnya dipelajari apakah memenuhi unsur atau tidak,” ucapnya. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini