Gegara Ikut MTQ, Dua Siswa SMK di Kayoa Dikeluarkan dari Sekolah

Redaksi author photo

Faisal Alhaddad dan Kevin Usman (kaos hitam dan merah) saat didampingi tiga Anggota YLBH Maluku Utara.

HALSEL, BRN
- Nasib apes dialami Faisal Alhaddad dan Kelvin Usman. Dua siswa SMK Pertanian Modayama, Kecamatan Kayoa Utara, Kabupaten Halmahera Selatan itu dikeluarkan dari sekolah setelah mengikuti Musabaqah Tilawatil Al-Quran 2022 tingkat Kabupaten Halmahera Selatan di Desa Suma, Pulau Makean beberapa waktu lalu. 

Informasi yang himpun brindonews.com, Faisal dan Kelvin diusir dari barisan saat mengikuti apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala SMK Pertanian Modayama, Rusihan Hi. Umar. Alasan pengusiran dua siswa berprestasi ini belum diketahui pasti.

Bahkan Rusihan Hi. Umar melarang siswa-siswinya mengikuti lomba MTQ yang akan datang. Ia tidak mau siswanya mengikuti setiap kegiatan pemerintahan Usman-Bassam.

Faisal dan Kelvin kini berada di Kota Ternate guna mencari sekolah yang mau menerima mereka untuk melanjutkan pendidikan. Keduanya juga sedang mencari yayasan dalam hal pengembangan bakat suara di dunia MTQ.

Kejadian pengusurian dua siswa yang membawa harum nama baik sekolah ini kini ditangani lembaga bantuan hukum YLBH Maluku Utara.

Anggota YLBH Maluku Utara, Saiful Djanwar didampingi Ilwan La Upe dan Riski Septian, mengatakan, ulah Kepala dan Guru SMK Pertanian Modayama menambah daftar catatan buruk dunia pendidikan di Maluku Utara, kuhususnya Halmahera Selatan.

“Kami sangat sesalkan tindakan kepala sekolah dan guru di sekolah tersebut. Setiap anak memiliki hak mendapatkan pendidikan sebagaimana perintang undang-undang. Tindakan ini tidak mencerminkan kalau yang bersangkutan bukan seorang pendidik dan pemimpinan. Kepsek merusak mental dua siswa dalam mengembangkan kreatifitas,” kata Saiful, Senin 14 Maret 2022.

Menurut Saiful, adanya kejadian ini kepala sekolah sudah sepantasnya dievakuasi pihak yayasan, maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara yang membawahi.

“MTQ adalah ajang syiar islam, dan merupakan ajang tahunan nasional sehingga siapa saja harus mendukung, terutama ini pihak sekolah. Ini bentuk pengembangan bakat dan minat anak peserta didik, bukan malah menjerumuskan. Mereka ini tidak terlibat criminal seperti meminum minuman keras dan narkoba,” ucapnya.

Para pengacara muda ini bilang bakal membawa masalah ini ke Komnas Perlindungan Anak. Mereka juga bakal ke renah pidana.

“Langkah awal kami akan berikan surat ke pihak sekolah serta Bupati Halmahera Selatan, karena pihak sekolah tidak mendukung kegiatan Pemerintah Daerah Halmahera Selatan. Kami juga akan lapor ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara. Kita ke Polda Maluku Utara, jika tidak diindahkan pihak dinas,” tambah Riski.

Kepala SMK Pertanian Modayama, Rusihan Hi. Umar belum dikonfirmasi. Upaya brindonews mencari nomor handpohonenya belum berbuah hasil. Hingga berita ini publis, Rusihan belum memberikan tanggapan perihal dimaksud. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini