8 ASN di Halmahera Timur Dipecat karena Terbukti Korupsi

publisher: BrindoNews.com author photo

Dua Lainnya Menyusul 

Ilustrasi ASN Korupsi.

HALTIM, BRN – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur memutuskan untuk memecat Delapan ASN yang terbukti terlibat tindak pidana korupsi. 

Mereka adalah Beni Pati, Yus Koboru, Juandi Baema, Rusdan T. Haruna, alm. Adnan Fihir, Sufro Ipe dan Fahril. Kedepalan ASN ini dipecat ini setelah pengadilan memvonis mereka bersalah secara sah.

Kepala BKD Halmahera Timur, Ismail Mahmud mengatakan, pencabutan status ASN terhadap Delapan orang terpidana itu setelah pemerintah menerima salinan inkra pengadilan.

Pemecatan ini belum termasuk mantan bendahara pengeluaran Dinas Pendidikan Halmahera Timur, Gafur dan Firdaus selalu PPK pekerjaan proyek air mancur. Keduanya belum dipecat lantaran pemerintah belum mendapat salinan inkra.

“Kami sudah ajukan surat permintaan salinan putusan ke pengadilan tipikor untuk dua orang napi, tetapi sampai sekarang belum direspon. Kami akan menyurat kembali dan apabila sudah dapat salinan putusanya akan kami ajukan proses pemecatannya,” kata Ismail, Selasa, 8 Maret 2022.

Kendati belum dipecat, lanjut Ismail, hak berupa gaji dan tunjangan tidak lagi dibayarkan, terhitung semenjak keduanya dijatuhi sanksi hukum oleh pengadilan tipikor. Pemecatan ASN yang tersandung kasus baik pidana korupsi dan pidana umum tetap dipecat, asalkan divonis terbukti bersalah.

“Karena apabila kami tidak melakukan pemutusan hak-hak kedua napi, nanti akan menjadi temuan. Selain itu karena terus diawasi oleh Mahkamah Agung. Khusus untuk kasus korupsi tidak ada teloransi, tetapi untuk kasus pidana umum ada toleransi yaitu masa hukuman dibawa dua tahun tidak pecat,” jelas Ismail. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini