Sidak Stok Minyak Goreng, Wali Kota Ternate: Masyarakat tidak perlu panik

publisher: BrindoNews.com author photo

Wali Kota Tauhid saat sidak stok minyak goreng disalah satu Gerai Indomaret di Kota Ternate.

TERNATE, BRN - Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman melakukan inspeksi mendadak alias sidak di sejumlah toko dan distributor. Ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok minyak goreng. 

Forum pimpinan daerah atau forkopimda, dinas terkait dan Bank Indonesia Perwakilan Maluku Utara turut ikut dalam sidak.

Tauhid mengatakan kurang lebih ada Enam lokasi yang disidak. Jumlah tersebut masing-masing Tiga distributor yaitu Firma Agung, PT. Kandari Niaga Pratama, dan PT. Maluku Jaya. Sedangkan untuk toko, yakni Toko Manado, Harta Jaya dan Hypermart.

“Gerai Indomaret dan Alfamidi pun kita datangi (sidak). Dari toko yang kami kunjungi tadi memang stok minyak goreng sudah habis, kalaupun ada, itu hanya (dijual) untuk warga di luar Ternate,” kata Tauhid usai sidak, Kamis, 24 Februari 2022.

Tauhid menyebutkan kelangkaan minyak goreng beberapa pecan terakhir tidak memengaruhi harga jual di pasaran. Per liternya dibandrol Rp14 ribu sesuai patokan harga yang ditentukan Pemerintah Kota Ternate.

Ketua DPD NasDem ini mengaku bakal ada dua ribu karton minyak goreng yang dipasok dari Manado, Sulawesi Utara. Kencananya kemasan-kemasan minyak goreng ini tiba di Ternate Jumat besok.

“Kami berharap stok minyak goreng yang masuk besok bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di Kota Ternate beberapa hari kedepan. Keluhkan masyarakat akan beberapa hari belakangan bisa terjawab. Pemerintah Kota Ternate bakal terus berupaya mencari solusi  mendatangkan minyak goreng agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Pasar, toko, maupun kios tetap kami pantau,” ujarnya. 

“Masyarakat Kota Ternate tidak perlu panik dengan kelangkahan minyak goreng. Yang pasti pemerintah kota tetap berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga ketersediaan bahan pokok agar selalu ada. Kami juga menghimbau kepada distributor agar tetap memesan terus sehingga tidak ada kelangkahan lagi, dan para pedagang agar tidak bermain harga yang sudah ditentukan,” sambungnya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini