Pendidikan Gratis 21 Ribu Peserta Didik di Halmahera Timur Telan Rp12,3 M

publisher: BrindoNews.com author photo

Beni Sutarman.

HALTIM, BRN
- Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur mengalokasikan biaya operasional daerah atau bosda sebesar Rp 12,3 miliar. Anggaran ini guna membiayai 21 ribu peserta didik. 

Kepala Dinas Pendidikan Halmahera Timur, Beni Sutarman mengatakan  alokasi anggaran senilai Rp12 miliar lebih itu guna mendanai pendidikan gratis, mulai dari taman kanak-kanak sampai dengan sekolah menengah pertama.

“Alokasi dana Bosda tetap mengacu pada jumlah siswa. Tahun ini kami alokasikan Rp12,3 miliiar lebih dengan jumlah siswa 21 ribu lebih terhitung dari TK sampai SMP yang tersebar di sepuluh kecamatan,” kata Beni, ketika disembangi Media Brindo Grup (MBG) di Kantor bupati setempat, Rabu, 9 Februari 2022.

Beni menambahkan, penyaluran dana bosda triwulan satu sampai empat tahun 2021 lalu sudah tersalurkan kepada seluruh sekolah penerima. Dana bosda itu untuk membiayai pendidikan gratis.

“Hanya penyaluran triwulan empat sedikit terlambat. Karena menunggu laporan pertanggungjawaban triwulan pertama. Mekanisme tetap jalan setelah ABPD mulai berjalan. Mungkin bulan maret sudah mulai Actions menyurat ke sekolah untuk menyiapkan laporan LRS sehingga di akhir maret atau awal April sudah mulai disalurkan Bosda triwulan pertama," jelasnya. 

Masih Kekurangan Guru 

Beni mengaku di Halmahera Timur masih kekurangan tenaga pendidik. Perekrutan P3K belum mampu menjawab kekurangan guru.

“Salasatu kekurangan yang dialami dinas pendidikan adalah masih kekurangan tenaga pendidik di seluruh satuan pendidikan (Sekolah TK, SD dan SMP). Jadi rasio kekurangan yang seharusnya dipenuhi, karena kekurangan guru sehingga solusinya tetap ada pengangkatan tenaga guru honorer daerah yang dibiayai oleh pemerintah daerah,” ungkap Beni.

Beni menyebutkan tahun ini pihaknya bakal mengangkat tenaga honorer dan menambah P3K. Tujuannya yaitu mengatasi kekurangan tenaga guru.

“Tanaga P3K 29 orang yang dibiayai oleh pemerintah pusat itu sangat membantu. Mereka (tenaga guru kategori P3K tinggal menunggu SK penempatan,” tambahnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini