Pemprov Malut Optimis Tuntaskan Utang Pihak Ketiga

Redaksi author photo

Ahmad Purbaya.

SOFIFI, BRN
– Pemerintah Provinsi Maluku Utara meyakini bisa melunasi tunggakan utang ke pihak ketiga. Total utang bawaan yang harus lunasi senilai Rp139 miliar. 

Kepala BPKAD Maluku Utara, Ahmad Purbaya mengatakan, beban pembiayaan terbesar terdapat di Tiga ODP. Rp68 miliar di dinas PUPR, disperkim Rp20 miliar, disusul tertinggi ketiga yaitu Biro Kesra Rp11 miliar. Sementara sisahnya tersebar di masing-masing OPD.

Mantan Kepala Inspektorat Maluku Utara ini menyebutkan, rata-rata tunggakan merupakan utang bawaan, termasuk daftar utang tahun 2020.

Penyebab belum terbayarkan, lanjut Purbaya, dikarenakan dinas bersangkutan belum mengajukan laporan pertanggung jawaban ke BPKAD. Atas catatan ini Purbaya mengingatkan seluruh bendahara dinas agar tahun ini lebih disiplin menyampaikan LPJ.

“Ihktiar ini dikarenakan tidak ada lagi pencairan-pencairan SPJ-nya yang belum masuk, apalagi untuk utang pihak ketiga. Kita di keuangan selalu siap selsaikan (semua utang) tahun ini, namun setiap pengajuan (penciran) harus ada review inspektorat sehingga ada dasar untuk pembayaran,” kata Purbaya, Jumat, 18 Februari 2022.

“Kita sudah disiplin. Jadi kalau SPJ dan TU merah, tidak akan (cair) lagi kalau belum dipertanggungjawabkan. itu sudah kita sampaikan (semua dinas),” sambungnya. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini