Oknum Guru Pembakar Seragam Lima Siswa di Halmahera Utara Diduga Lecehkan Profesi Wartawan

publisher: BrindoNews.com author photo

Isi Chatting NI.

TERNATE, BRN
- Kasus pelecehan profesi jurnalis di Maluku Utara kembali terjadi. Dugaan ini terjadi setelah kabarhalmahera.com memberitakan kejadian pembakaran seragam Lima siswa SMP Negeri Satu Atap di Desa Tobo-Tobo, Loloda Kepulauan, Halmahera Utara. 

Dugaan pelacehan itu terjadi pada Senin malam, 14 Februari 2022 sekira pukul 21.28 WIT. Dugaan pelacehan profesi jurnalis ini dialami Irawan Lila, wartawan kabarhalmahera.com.

Irawan Lila mengaku ia mendapat rentetan pesan singkat dari oknum guru berinsial NI melalui aplikasi messenger. Kasus ini dialami beberapa jam setelah berita berjudul PGRI Halut Sebut Pembakaran Seragam Siswa di Loloda Sama HalnyaMembakar Bendera Merah Putih pada edisi Senin 14 Feburari 2022 itu dipublis pada pukul 16.25 WIT.

“Dugaan pelecehan itu lantaran NI tidak terima diberitakan,” terang Irawan, Selasa malam, 15 Februari 2022.

Irawan mengatakan, dalam chattingan terdapat beberapa kalimat yang harusnya tidak pantas disebutkan. Seperti “Selamat makan uangnya ya” dan “Kalo tar ada berita tara makang e” .

“Tidak dijelaskan apa maksud kalimat tersebut. Namun menurut saya, apa yang diucapkan NI itu bermaksud kalau setiap artikel atau berita yang ditayang itu pasti dibayar. Padahal tidak demikian,” ucapnya.

“Sangat disayangkan sikap oknum guru yang berpikiran sempit tentang kerja-kerja jurnalistik. Dalam menjalankan tugas jurnalis selalu berpedoman pada kode etik dan UU Pers nomor 40 tahun 1999, bukan mengada-ngada. Jika berita yang diproduksi keluar dari ketentuan jurnalistik, maka karya tersebut bukan produk jurnalistik. Jadi jangan asal menuduh tanpa dasar. Apalagi menyebutkan kalimat seperti selamat makan uangnya ya da Kalo tar ada berita tara makang e. Akan saya bawa masalah ini ke ranah hukum untuk membuktikan apa yang dituduhkan oknum guru tersebut,” tambah Anggota Aliansi Junalis Indepen Kota Ternate ini.

Ketua tepilih Aliansi Jurnalis Inpenden Kota Ternate, Ikram Salim dikonfirmasi mengaku menyayangkan tindakan NI. Redaktur malutpos.id ini mengatakan apa yang dilakukan NI itu berlebihan dan termasuk penghinaan.

Menurut Ikram, jika dilihat isi berita yang ditulis wartawan kabarhalmahera.com, sudah memenuhi cover both side atau perimbangan berita dan sesuai kaidah jurnalistik.

“Berita berjudul PGRI Halut Sebut Pembakaran Seragam Siswa di Loloda Sama Halnya Membakar Bendera Merah Putih pada edisi Senin 14 Feburari 2022 yang dipublis pada pukul 16.25 WIT itu berita full-up (lanjutan), namun diberita sebelumnya, kabarhalmahera juga meminta tanggapan NI. Semua pihak termasuk oknum guru di konfirmasi, karena itu kami mengecam tindakan NI, dan meminta dinas terkait memberikan  sanksi kepada NI,” tegasnya. 

Sekadar diketahui, kasus pembakaran seragam Lima siswa SMP Negeri Satu Atap terjadi pada Kamis, 3 Februari 2022 lalu. Ironisnya, seragam yang dibakar NI ini sementara dikenakan siswa. NI bahkan menyebut, para siswa yang dibakar kemejanya itu adalah siswa yang begal. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini