KIPM Ternate Musnahkan Tiga Komodoti Hasil Perikanan Illegal

Redaksi author photo

Pihak kepolisian tampak hadir dan menyaksikan langsung proses pemusnahan Tiga komoditi perikanan illegal.

TERNATE, BRN
- Stasiun Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Ternate memusnahkan komoditi perikanan illegal. Komoditi tak berijin yang dimusnahkan itu diantaranya 30 kilo gram ikan Hiu, 195 kilp gram Teripang, dan Sembilan kilo gram Cakalang. 

Kepala BKIPM Kota Ternate, Arsal mengatakan, pemusnahan tiga komuditi perikanan itu lantaran  tidak sesuai Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Komoditas-komodistas yang dimusnahkan ini rata-rata tidak dilengkapi syarat dokumen lengkap.

“Populasi Hiu ini di lindungi, makanya harus lengkapi dokumennya. Begitu pun Taripang yang hendak dikirim dari Ternate ke Makassar. Sembilan Ikan Cakalang yang berasal Sanana pun sama (tidak disertai dokumen lalulintas yang lengkap), maka itu dianggap illegal,” kata Arsal, Selasa, 15 Februari 2022.

Arsal mengemukakan, sebelum dilakukan pemusnahan, para pelaku usaha ikan dipanggil dan mendandatanganani surat pernyataan supaya tidak mengulangi perbuatannya. Ihktiar ini dilakukan agar ada efek jerah bagi mereka yang berusaha perikanan.

“Karena ada komoditas perikanan yang harus dilindungi. Syarat mengirim keluar hasil perikanan harus dilengkapi Tiga sertifakat, yaitu bebas hama dan penyakit ikan karentina yang disyaratkan, aman di konsumsi dan bebas bakteri, serta memenuhi prosedur karentina perikanan,” ujarnya.

Arsal mengaku pihaknya pernah menemukan ikan tidak layak jual di Pasar Ikan Higienis Ternate. Temuan itu berupa ikan yang sudah mengandung bakteri.

“Perawatannya masih kurang baik. Harus lebih diperhatikan lagi sehingga mencegah jangan sampai ada bakteri.

Kami minta semua stekholder di Provinsi Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate agar bersamasama dengan kami untuk selalu intens lakukan pengawasan di setiap pintu masuk sehingga tidak terjadi lagi hal serupa,” pintanya. (ham/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini