Kejati Maluku Utara Sebut Rekomendasi 13 IUP Sudah Sesuai Prosedur

publisher: BrindoNews.com author photo

Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

TERNATE, BRN
- Ramainya pemberitaan kasus 13 IUP yang diduga bodong alias palsu akhirnya ditanggapi Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Lembaga adhyaksa itu menyebut, penerbitan belasan IUP itu sudah sesuai prosedur. 

Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Richard Sinaga menyatakan, sebelum ijin usaha pertambangan diusulkan melalui rekomendasi Gubernur Abdul Gani Kasuba ke Kementerian ESDM, pihaknya dilibatkan dalam memberikan opini hukum. Itu sebabnya salah apabila disebut inprosedural.

“Tidak benar kalau itu disebut tidak sesuai prosedur dalam rekomendasi,” sebut Richard, Jumat 11 Februari 2022.

Richard mengatakan, pendapat hukum berupa rekomendasi tersebut sudah dikaji dari sisi data maupun dokumen. Dasar ini kemudian dipakai dalam menerbitkan IUP PT. Harum Cendana Abadi.

“PT. Harum Cendana Abadi ini salah satu pemegang IUP yang sempat disebut palsu. Opini hukum yang kita sampaikan ke Pemerintah Porvinsi Maluku Utara itu sudah memenuhi kajian hukum,  dan saat penyusunannya juga menghadirkan berbagai pihak terkait, salah satunya dinas ESDM dan DPMPTSP Malut, serta instansi lainnya. Opini hokum ini kita terbitkan pada November 2021,” katanya.

Terhadap dokumen tersebut, proses opini hukum oleh kejaksaan tinggi memuat tentang analisis yuridis, termasuk penelitian terhadap dokumen-dokumen yang diajukan, interview, mendengarkan pemaparan dan alasan-alasan oleh Dinas ESDM Maluku Utara. Juga mencocokkan dokumen yang disajikan dengan ketentuan perundang-undangan.

IUP eksplorasi PT. Harum Cendana Abadi sudah dievaluasi dan diverifikasi oleh Dinas ESDM Maluku Utara. Hasilnya tidak terdapat permasalahan hukum perdata maupun status perseroan.

Kendalanya bukan akibat permasalahan hukum, hanya berupa pengadministrasian yang diluar kemampuan perusahaan. Perusahaan dianggap layak dalam aspek kemampuan persyaratan dasar dan kemampuan berinvestasi di bidang pertambangan di Maluku Utara. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini