Guru di Halmahera Timur yang Doyan Miras Siap-siap Kena Sanksi

publisher: BrindoNews.com author photo

Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher.

HALTIM, BRN
- Wakil Bupati Halmahera Timur, Anjas Taher memberikan ultimatum kepada pucuk puskesmas dan para kepala sekolah yang baru. 

Peringatan ini berawal ketika Anjas mulai geram dengan prestasi pelayanan publik yang kian buruk. Ditambah lagi prilaku guru di lingkungan sekolah yang kurang mengedukasi memicu tensi darah Anjas bergeser naik. Guru yang doyan mengonsumsi minuman keras (miras) menjadi pemicu dikeluarkannya ultimatum.

Ultimatum Anjas ini dikatakan saat dirinya melantik 113 pengawas kepala sekolah dan 20 kepala puskesmas di Aula Kantor Bupati Halmahera Timur, Kamis, 10 Februari 2022 sore kemarin.

Politisi Golkar ini menyatakan, 133 pejabat fungsional yang baru dilantik itu kapan saja bisa dicopot dari jabatan mereka apabila kedapatan menyalahgunakan wewenang. Amanah dan tanggungjawab yang diberikan harus dijaga dan dijalankan sebaik-baik mungkin.

“Para kepala puskesmas harus sungguh-sungguh dan pakai hati dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sesama rekan kerja itu saling berikan pemahaman dan mengayomi dengan baik (menciptakan lingkungan kerja yang harmonis). Begitu juga para kepala-kepala sekolah. Para guru-guru harus tertibkan, karena suka lakukan kekerasan seksual dilingkungan sekolah karena di Hlamahera Timur sering terjadi,” cetus Anjas.

Orang nomor dua di Halmahera Timur itu mengingatkan agar tidak ada lagi kasus guru yang merokok dan mengonsumsi miras saat jam sekolah. Jika kedapatan, guru yang bersangkutan, termasuk kepala sekolahnya sudah pasti ditindak.

“Saya pernah dapat laporan dari masyarakat Wasile kalau ada oknum guru yang suka minum minuman keras. Mulai hari ini saya tegaskan, guru atau kepala sekolah tidak ada lagi konsumsi minuman keras. Berani ada yang konsumsi miras, kami akan suruh anggota polisi untuk tindak. Dan kalau ada guru yang merokok di lingkungan sekolah, kepala sekolah harus bertanggung jawab (diberi sanksi). Guru itu menjadi contoh buat anak-anak (peserta didik), kalau guru-guru rusak, otomatis anak murid juga ikut rusak, karena itu harus beri contoh yang baik,” ujarnya. (mal/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini