Alasan BARNAS Maluku Utara Desak Pemilu 2024 Ditunda

publisher: BrindoNews.com author photo

Sesi wawancara usai deklarasi BARNAS Indonesia Maluku Utara. (dok. vir/poskomalut.com)

TERNATE, BRN - Desakan dan permintaan penundaan Pemilu 2024 kembali berdatangan. Kali ini datang dari Organisasi Kemasyarakatan Barisan Nusantara Indonesia Maluku Utara.

 

Ada beberapa alasan penyebab permintaan ini, salah satunya situasi pendami covid-19 yang belum meredah. Menurut Barisan Nusantara (BARNAS) Indonesia Maluku Utara, sikap ini dibuat melalui pertimbangan matang serta kesadaran tanpa ada paksaan pihak manapun.

 

Desakan ini disampaikan langsung oleh Dewan Penasehat BARNAS Indonesia Maluku Utara, Gazali Abdul Mutalib saat berpidato dalam acara deklarasi BARNAS Indonesia Maluku Utara, di Hotel Sahid Bela Ternate, Kamis sore, 24 Februari 2022.

 

Gazali menjelaskan, BARNAS adalah sebuah ormas dibentuk oleh sekelompok pemuda yang tersebar di seantero Nusantara. Kelompok-kelompok pemuda ini mendambakan perubahan, bergerak secara mandiri, independen dan tulus setia pada nurani anak bangsa. Terus berjuang dan mewujudkan cita-cita Indonesia Jaya.

 

BARNAS bergerak aktif tanpa berafiliasi dengan partai politik, atau kelompok politik manapun. BARNAS terlahir melalui semangat perjuangan sebagai cikal bakal pergerakan menuju bangsa yang lebih mandiri, maju, adil dan sejahtera.

 

“Memang Indonesia sudah merdeka, namun rakyat perlahan belum merdeka dari kemiskinan. Karena itu, BARNAS Indonesia Provinsi Maluku Utara sebagai wujud perubahan di dalam sanubari anak bangsa, selalu mendambakan perubahan untuk menuju kejayaan Indonesia yang sesungguhnya,” jelas Gazali mengawali pidatonya.

 

Gazali mengatakan, maksud Barisan Nusantara Indonesia Maluku Utara mendeklarasikan diri sebagai bentuk setia dan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo, dalm menuju cita-cita Indonesia lebih baik lagi.

 

Sikap atau desakan menunda Pemilu 2024, lanjut Gazali, ada tiga alasan mendasar. Pertama, memberikan waktu ke Presiden Jokowi agar bekerja maksimal dalam pemulihan ekonomi nasional.

 

Kedua, mendukung PresidenJokowi dalam mencegah dan mengatasi permasalahan pandemi Covid-19 dan varian terbaru omicron; dan ketiga, mendukung Jokowi menjalankan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.

 

Ketua BARNAS Indonesia Maluku Utara, Maskur J Latif sependapat dengan Gazali. Maskur menyebut, ormas yang dipimpinya tidak hanya bicara soal sendi ekonomi, tapi semua sektor kehidupan berbangsa dan bernegara disentuh.

 

Isu terkemuka yang harus dikawal BARNAS Maluku Utara, sambung Maskur, adalah pemindahan ibu kota negara. Termasuk penundaan pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Prinsip penundaan Pilpres adalah bagian dari amanat penderitaan rakyat yang harus dituntaskan pemerintahan presiden Jokowi-Maaruf.

 

“Sikap BARNAS Maluku Utara meminta penundaan Pilpres bukan tanpa alasan. Tapi diambil atas dasar kajian folosofi, historis dan yuridis. Cita-cita bangsa yang diemban Presiden Joko Widodi dan Maaruf Amin selaku wakil presiden, periodesasi mereka dihadapkan bencana global pandemi Covid-19,” ujarnya.

 

“Artinya bahwa, proses kebijakan pemerintah tidak berjalan maksimal atau terhambat. Akibatnya, hampir seluruh wilayah Indonesia alami resesi ekonomi. Karena itu, dasar untuk meminta penundaan Pilpres agar supaya pemerintah Jokowi-Maaruf dapat memaksimalkan program kerja,” tambah Maskur.

 

Menurut Maskur, desakan memaksimalkan pemulihan ekonomi nasional dianggap perlu. Imbas pandemi Covid-19 membuntuti sektor pendapatan masyarakat, petani, nelayan maupun kaum minskin kota lainnya.

 

“Perlu adanya kebijakan pemerintah lebih spesifik kepada pemberdayaan masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan presiden dan wakil presiden harus mampu dimanifes oleh pemerintah daerah dan lembaga vertikal di Maluku Utara,” ucapnya. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini