Abrasi Ancam Pemukiman Warga Yao Morotai Utara

Redaksi author photo

Dua pohon kelapa di pesisir Desa Yao roboh imbas terjangan gelombang. Akibatnya selain pohon kelapa, pasir pun ikut terkikis. Tampak dua bocah duduk santai yang tak jauh dari pohon kelapa yang roboh. Keduanya menyaksikan dan melihat langsung proses pengikisan (abrasi).

MOROTAI, BRN
- Puluhan rumah warga Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara tergenang banjir rob akibat gelombang pasang. Ini terjadi pada Kamis 7 Februari kemarin, sekitar pukul 19.00 WIT. 

Penyebab rumah warga tergenang banjir rob itu dipicu abrasi di wilayah pesisir pantai desa. Sebanyak 15 rumah warga terendam.

Sekretaris Desa Yao, Melki mengatakan, ancaman banjir rob ini terjadi sudah berulang kali. Pengikisan pantai lebih parah lagi apabila gelombang pasang dan dan curah hujan dengan intensitas tinggi.

Salah satu rumah warga Desa Yao yang tergenang banjir rob.

Pohon kelapa sebagai benteng penahan abrasi perlahan mulai roboh satu demi satu. Terjangan air laut saat cuaca buruk seperti sekarang ini pohon kelapa tidak lagi efektif dijadikan satu-satunya benteng terakhir.

“Dari kejadian ini, kami berharap Pemerintah Kabupaten Morotai perlu membangun talud (tanggul pemecah ombak),” kata Melki, Jumat, 4 Februari 2022.

Kepala BPBD Pulau Morotai, Muslim Djumati dikonfirmasi mengaku pihaknya menurunkan tim monitoring ke Desa Yao. Hasil meonitoring nantinya diolah kemudian dijadikan bahan kajian.

“Tim sudah turun cek ke lokasi,” singkatnya. (abu/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini