Wahda Divonis Enam Bulan Penjara dengan 1 Tahun Percobaan

publisher: BrindoNews.com author photo

Wahda Zainal Imam.

TERNATE, BRN
- Pengadilan Negeri Ternate menjatuhkan sanksi hukum Enam bulan dengan masa percobaan satu tahun penjara terhadap Wahda Zainal Imam. 

Putusan ini dibacakan dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntunan terhadap terdakwa yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Iwan Anggoro Warsita, didampingi Ulfa Rery dan Iwan Hamid selaku hakim anggota.

Juru Bicara Pengadilan Negeri Ternate, Kadar Noh menyatakan, terdakwa Wahda Zainal Imam terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melawan petugas (polisi lalulintas).

Politisi Gerindra ini dinyatakan melanggar Pasal 212 KUHPidana dalam surat dakwan kedua. Anggota DPRD Maluku Utara ini dituntut bersalah oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Pardi Mutalib.

Dalam tuntutannya, jaksa penuntut menyatakan terdakwa Wahda terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah atau orang yang menurut kewajiban undang-undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 212 KUHPidana dalam surat dakwaan kedua.

“Menjatuhkan pidana penjara enam bulan dan masa percobaan satu tahun. Dengan vonis tersebut, artinya Wahda tidak akan menjalani hukuman penjara, kecuali melakukan kembali kesalahan yang sama selama masa percobaan. Kurungan penjara tersebut tidak usah dijalani apabila dikemudian hari ada putusan majelis hakim yang menentukan lain disebabkan karena terpidana melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama 1 tahun terakhir,” kata Kadar Noh.

Kadar mengatakan sidang akan dilanjutkan pada 8 Februari 2022 dengan agenda pembelaan terdakwa. “Sidang ditunda sampai 8 Febuari dengan agenda pladoi dari terdakwa,” ucapnya.

Kuasa Hukum Wahda Zainal Imam, Fadli Tuanane mengatakan, pembelaan terhadap kliennya itu untuk memohon keringanan sanksi hukum percobaan. 

“Setelah negosiasi, pembelaan kami nantinya masukan permohonan pledoi (pembelaan) secara tertulis terhadap klain kami,” ucap Faldi. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini