Soal Utang, Direktur RSUD CB Salahkan Bendahara Pengeluaran

publisher: BrindoNews.com author photo

RSUD Chasan Boesoiri (CB) Ternate.

TERNATE, BRN
- Direktur CB Ternate, dr. Syamsul Bahri mengklarifikasi atas temuan utang FPK oleh BPK Perwakilan Maluku Utara. 

Menurut dr. Syamsul, hasil pemeriksaan yang berimbas pada tunggakan utang itu gegara kesalahan bendahara pengeluaran.

dr. Syamsul mengatakan, besaran beban utang yang termuat dalam LHP BPK Nomor: 12B/LHP/ XIX TER/06/2020, tertanggal 15 Juni 2020 itu sedang dalam verifikasi ulang Inspektorat Maluku Utara.

“Memang betul ada temuan dari BPK. Pengembalian akan dilakukan jika hasil verifikasi dari BPK ke inspektorat sudah ada. Insyah Allah waktu dekat  sudah disetor (ke kas daerah),” kata Syamsul, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Kamis 20 Januari sore kemarin.

Syamsul mengemukakan, temuan tunggakan utang tersebut akibat bendahara pengeluaran tidak mencatat pungutan pajak belanja.

“Misalnya belanja Rp1 juta, maka dilaporan harusnya Rp1.100.000,- agar supaya ada pemotongan pajak di situ. Karena tidak dimasukan, sehingga pada waktu pemeriksaan dia (bendahara pengeluaran) keliru. Dari kekeliruan ini kemudian BPK meminta dibuatkan ulang dokumen (laporan) kemudian selanjutnya disetor,” jelasnya. (jr/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini