Ratusan Juta Utang RSUD CB Belum Disetor ke Kas Negara

Redaksi author photo

Ilustrasi uang tunai.


TERNATE, BRN
- Pengelolaan keuangan RSUD Chasan Boesoirie masih menyisakan utang Rp597.194.687.48,- ke kasa daerah.

Tunggakan ini belum termasuk utang jangka pendek dana Perhitungan Pihak Ketiga atau FPK yang belum disetorkan sebesar Rp584.568.897.00. 

BLUD ini berutang setelah Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Maluku Utara menemukan saldo utang PFK 2020 sama dengan saldo utang PFK 2019 yang merupakan bawaan utang PFK tahun 2018 yang belum ditindaklanjuti (belum disetor ke kas dearah). 

Beban utang dari hasil pemotongan gaji atau penghasilan tetap bulanan pejabat termuat dalam LHP BPK Nomor: 12B/LHP/ XIX TER/06/2020, tertanggal 15 Juni 2020.

“Berdasarkan keterangan bendahara pengeluaran, diketahui bahwa sampai dengan pemeriksaan belum dilakukan penyetoran di kantor pajak atas utang PFK tersebut. Bendahara pengeluaran kesulitan mengidentifikasi nilai kas atas utang PFK,” tulis BPK dalam LHP yang dikuti brindonews.com.

BPK menyebutkan, tidak dilakukannyan penyetoran utang ke kas negara itu terjadi pada utang di tahun 2018. Penyebabnya, karena data rincian utang belum diserahkan ke bendahara pengeluaran yang baru. Kondisi ini mengakibatkan tertundanya penerimaan pendapatan negara yang berasal dari pajak yang belum disetor. 

Upaya konfirmasi dilakukan untuk memastikan apakah utang tersebut sudah disetor atau belum, sayang kedatangan brindonews.com belum bertemu dengan Direktur RSUD Chasan Boesoirie, Syamsul Bahri. Brindonews kemudian mengonfirmasi sang direktur melalui aplikasi tukar pesan WhatsApp, namun pesan berisi pertanyaan itu tidak dibalas. Padahal sudah tercentang biru, tanda kalau sudah membaca pesan. Hingga berita ini dipublis, Syamsul Bahri belum memberikan tanggapan maupun penjelasan mengenai temua BPK tersebut. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini